Melanesiatimes.com, Aimas PBD – Polda Papua Barat Daya melalui Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) bersama Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) memberikan edukasi kepada pelajar SMA Negeri 5 Kabupaten Sorong mengenai bahaya judi online (judol), pinjaman online (pinjol), serta penyalahgunaan dan peredaran narkotika.
Kegiatan sosialisasi dan imbauan tersebut berlangsung pada Kamis (29/10/2026), mulai pukul 10.00 WIT hingga selesai, dengan dipimpin Kaurren Bidhumas Polda Papua Barat Daya, Ipda Irvandy, bersama personel Bidhumas dan Ditbinmas.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny S.A. Hengkelare, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pelajar sekaligus mencegah mereka terjerumus dalam berbagai aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Menurutnya, pemahaman sejak dini mengenai dampak judi online, risiko pinjaman online yang tidak bertanggung jawab, serta bahaya narkotika penting untuk membekali generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan sosial dan perkembangan teknologi digital.
Dalam sosialisasi tersebut, para pelajar diimbau agar tidak mudah tergiur dengan tawaran keuntungan instan melalui judi online maupun pinjaman online yang berpotensi menimbulkan masalah keuangan. Para siswa juga diingatkan untuk menjauhi narkotika karena penyalahgunaannya dapat berdampak buruk terhadap kesehatan, pendidikan, dan masa depan.
1 / 1
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
Selain itu, pelajar didorong untuk menggunakan perangkat digital secara bijak, lebih selektif dalam menerima informasi, serta tidak mudah terpengaruh ajakan atau pergaulan yang dapat membawa mereka pada tindakan melanggar hukum.
Polda PBD berikan Edukasi kepada pelajar tentang bahaya Judol, Pinjol dan Narkotika
Polda Papua Barat Daya juga mengajak pihak sekolah dan para pelajar untuk membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan. Apabila mengetahui adanya indikasi penyalahgunaan atau peredaran narkotika maupun aktivitas lain yang melanggar hukum, masyarakat diharapkan menyampaikan informasi kepada pihak berwenang melalui saluran yang tepat.
Melalui kegiatan ini, kepolisian berharap para pelajar dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai pengaruh negatif sekaligus membangun sikap disiplin dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, dan lingkungan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan ruang pendidikan yang aman serta mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Kegiatan sosialisasi tersebut menjadi salah satu bentuk pendekatan preventif Polda Papua Barat Daya dalam membangun kesadaran hukum sejak dini, sekaligus mendorong generasi muda agar mampu mengambil keputusan secara bijak demi menjaga masa depan mereka.(***)