Melanesiatimes.com, Masohi Maluku Tengah – Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Maluku Tengah mulai menyiapkan langkah pembenahan dan penguatan pembinaan atlet setelah mengevaluasi pelaksanaan turnamen tenis meja yang baru saja digelar di Masohi.
Salah satu hal yang menjadi perhatian pengurus adalah minimnya jumlah peserta yang mengikuti turnamen tersebut. Kondisi ini mendorong PTMSI Malteng untuk mencari terobosan baru guna meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet tenis meja potensial di daerah.
Ketua PTMSI Maluku Tengah, Musriadin Labahawa, menegaskan bahwa pihaknya akan menyiapkan program pembinaan yang lebih terarah agar olahraga tenis meja semakin berkembang dan diminati masyarakat, terutama kalangan generasi muda.
“Salah satu yang akan kami dorong yakni program Pingpong Go To School,” ungkap Musriadin yang akrab disapa Bang Mus saat diwawancarai awak media seusai penutupan turnamen, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, program Pingpong Go To School dirancang untuk memperkenalkan olahraga tenis meja secara lebih luas di lingkungan sekolah. Melalui program tersebut, siswa yang memiliki bakat dan minat diharapkan mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya hingga menjadi atlet berprestasi.
Sebagai langkah awal, PTMSI Maluku Tengah berencana membangun koordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Maluku Tengah untuk mendapatkan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.
“Insyaallah, dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi dengan Dispora dan Dikbud Malteng agar sama-sama mendukung program ini,” tambah Bang Mus yang juga menjabat Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Maluku Tengah.
Di sisi lain, Bang Mus menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan turnamen tenis meja tersebut. Ia mengakui, kegiatan itu masih berlangsung di tengah berbagai keterbatasan, tetapi tetap dapat terlaksana dengan baik.
“Kita bersyukur, walau dengan keterbatasan, kegiatan masih bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.
1 / 1
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
Menanggapi dominasi atlet dari luar Maluku Tengah dalam daftar juara turnamen, khususnya atlet asal Kota Ambon, Musriadin menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang terukur, latihan berkelanjutan, serta pengalaman bertanding di berbagai tingkatan kompetisi.
Menurutnya, prestasi seorang atlet tidak dapat diraih secara instan. Dibutuhkan proses panjang, kedisiplinan dalam berlatih, serta kesempatan mengikuti berbagai turnamen untuk mengasah kemampuan dan membangun mental bertanding.
“Latihan yang kontinu itu pasti akan memberikan hasil yang maksimal. Sebab, atlet tidak akan mungkin muncul dan lahir dari sesuatu yang instan. Mereka selalu berproses, mengikuti turnamen di setiap level, di setiap daerah. Itu yang menjadi modal mental bertanding sekaligus memotivasi mereka untuk berlatih lagi dengan semangat,” jelasnya.
Ia menilai pengalaman berkompetisi menjadi salah satu faktor penting yang membedakan perkembangan atlet. Semakin banyak kesempatan bertanding, semakin besar pula peluang atlet untuk meningkatkan kemampuan teknis, mengukur kekuatan lawan, serta membangun kepercayaan diri ketika menghadapi kompetisi.
Karena itu, PTMSI Maluku Tengah memandang pembinaan yang berkesinambungan perlu menjadi perhatian bersama. Tidak hanya mengandalkan turnamen sebagai ajang kompetisi, tetapi juga memperkuat latihan rutin dan memperluas kesempatan bagi atlet untuk mengikuti pertandingan di berbagai daerah.
Pola pembinaan sejak usia dini juga dinilai penting untuk menciptakan regenerasi atlet yang berkelanjutan. Sekolah dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk menjaring bibit-bibit potensial yang selama ini belum mendapatkan ruang pembinaan secara maksimal.
Melalui program Pingpong Go To School, PTMSI Malteng berharap olahraga tenis meja semakin dikenal di kalangan pelajar dan mampu menarik minat generasi muda untuk terlibat aktif. Dukungan pemerintah daerah, sekolah, serta pihak terkait diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program tersebut.
Evaluasi pascaturnamen ini pun diharapkan menjadi momentum bagi PTMSI Maluku Tengah untuk meningkatkan jumlah peserta pada kompetisi mendatang, memperkuat sistem pembinaan, serta mendorong lahirnya atlet lokal yang mampu bersaing dengan atlet dari kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Maluku.
Dengan pembinaan yang terarah, latihan yang konsisten, dan kompetisi yang berkelanjutan, PTMSI Maluku Tengah optimistis pengembangan tenis meja di daerah dapat berjalan lebih baik sekaligus membuka jalan bagi atlet-atlet muda untuk meraih prestasi di tingkat regional maupun nasional. (HUAT)