RAJA AMPAT, Melanesiatimes.com – Menang telak di Pilkades, tapi nama tidak ada. Yeremias Faidan, kepala kampung terpilih Kampung Reni, Distrik Kepulauan Ayau, hilang dari daftar pelantikan kepala kampung se-Kabupaten Raja Ampat. Kemarahan warga memuncak: mereka mengancam membakar Gedung Kampung Reni dan aset lainnya jika Bupati tetap menolak melantik.
Ancaman itu terekam dalam video yang diterima redaksi, Sabtu (16/5/2026). Warga menilai hilangnya nama Yeremias sebagai bentuk kesewenangan politik menjelang pelantikan 18 Mei 2026.
Tak hanya itu, warga juga menuntut penghentian pencairan Dana Kampung hingga akhir periode. Tuntutan ini muncul setelah Yeremias yang sudah menerima undangan dan mengukur baju pelantikan tiba-tiba hilang dari daftar saat gladi.
Tonton Juga Serial Lagu Terbaru
👇👇👇
Lagu Viral \"Veronika\"
Ketua Dewan Adat Suku Wardo, Ruddy Fakdawer, menyebut kejadian ini sebagai preseden buruk demokrasi tingkat kampung. Menurutnya, Pilkades Reni berjalan tanpa sengketa dan sesuai regulasi.
Ruddy mengingatkan, pemerintah daerah untuk lebih bijaksana menyelesaikan sebab persoalan ini bisa memicu konflik di tengah masyarakat Kampung Reni. Ia mendesak langkah cepat sebelum kemarahan warga berubah menjadi tindakan yang lebih jauh.