Melanesiatimes.com, Kota Sorong – SD Kristen Kairos terus berupaya meningkatkan fasilitas pendidikan bagi para siswanya melalui pembangunan tiga ruang kelas baru. Kepala Sekolah SD Kristen Kairos, Dessy Efelina Mayary, menyampaikan bahwa pembangunan tersebut sangat membantu aktivitas belajar mengajar di sekolah yang selama ini melayani anak-anak Papua, khususnya dari keluarga kurang mampu.
“Pembangunan gedung ini ada tiga ruangan yang sebenarnya berfungsi sebagai ruang kelas. Satu tahun setelah itu, karena kami belum memiliki kantor, akhirnya satu ruangan kami jadikan kantor, dan dua ruangan lainnya dipakai untuk kegiatan belajar,” ujar Dessy saat ditemui di lingkungan sekolah pada Kamis (08/01/2025).
Ia menjelaskan, sejak awal pendirian, pihak sekolah secara bertahap terus melakukan pembangunan. Awalnya, bangunan yang ada diperuntukkan bagi tingkat TK, namun seiring bertambahnya jumlah siswa, ruangan tersebut kemudian dimanfaatkan juga untuk SD.
“Setiap tahun ada pembangunan. Tapi gedung baru yang beton itu dari yayasan, bukan dari pemerintah,” katanya.
Dessy menambahkan, gedung baru yang dibangun pada tahun lalu kini sudah mulai dimanfaatkan untuk kegiatan belajar, termasuk untuk siswa kelas III. Ke depan, pihak yayasan juga telah merencanakan penambahan empat ruang kelas baru.
“Ke depan ada rencana penambahan ruangan. Rencananya empat ruangan nanti akan dibangun, dan itu anggarannya dari yayasan juga,” jelasnya.
Gedung 3 Ruangan Bantuan Pemerintah Kota Sorong Tahun 2023
Terkait bantuan pemerintah, Dessy mengungkapkan bahwa pihak sekolah pernah mengajukan proposal pembangunan sejak tahun 2022, dan mulai ditindaklanjuti pada 2023. Ia bersyukur sekolah tetap mendapat perhatian.
“Harapan saya ke depan, saya mengucap syukur kepada pemerintah yang sudah bantu kami di sini. Kami tahu kami di sini melayani anak-anak Papua, khususnya anak-anak yang tidak mampu sama sekali,” ungkapnya.
Menurut Dessy, seluruh siswa di SD Kristen Kairos dibebaskan dari biaya pendidikan. Bahkan kebutuhan seperti seragam dan perlengkapan sekolah sebagian besar masih ditanggung oleh yayasan.
“Di sini uang sekolah gratis, tidak ada pungutan sama sekali. Seragam sampai kebutuhan lain masih dilayani oleh yayasan. Puji Tuhan, kami juga masih diperhatikan oleh pemerintah, dikasih anggaran untuk membangun kelas dan beberapa bantuan lainnya,” tuturnya.
Selain itu, ia juga menyebut bahwa sekolah direncanakan akan menerima Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) pada tahun ini. Yayasan Kairos Tanah Papua sendiri diketahui bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk komunitas dan gereja-gereja di luar negeri.
“Banyak anak-anak Tuhan yang punya hati untuk membantu anak-anak Papua. Mereka bekerja sama, termasuk dengan gereja-gereja di Amerika, untuk mendukung pelayanan pendidikan di sini,” pungkas Dessy.