Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Pemerintah Kota Sorong melalui Dinas Perindustrian mulai mendorong penguatan ekonomi Orang Asli Papua (OAP) melalui program pelatihan dan fasilitasi kewirausahaan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026. Kamis (6/8/2026)
Program tersebut dikemas dalam kegiatan Pelatihan dan Fasilitasi Kelompok Wirausaha Baru Pengelasan serta Pengembangan Produk Rumah Kemasan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) OAP, yang berlangsung selama dua hari, 6–7 Agustus 2026.
Kegiatan resmi dibuka pada Kamis (6/8/2026) oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sorong, H. Thamrin Tajuddin, S.T., M.M., bertempat di Kantor Dinas Perindustrian Kota Sorong.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Ketua DPRK Kota Sorong, Drs. Ec. John Lewerissa, Wakil Ketua III DPRK Kota Sorong Mekanisme Pengangkatan (Otsus), Robert E.F.D. Malaseme, S.IP., Kepala Dinas Perindustrian Kota Sorong Eduard Jitmau, S.E., serta para peserta pelatihan yang berasal dari kalangan Orang Asli Papua.
Ketua DPRK Kota Sorong menyampaikan dukungan terhadap program pemberdayaan ekonomi yang menggunakan Dana Otsus. Ia menegaskan, pemanfaatan dana tersebut harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya Orang Asli Papua.
Menurutnya, pelatihan keterampilan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Pemerintah daerah dinilai perlu memastikan adanya pendampingan berkelanjutan agar peserta mampu mengembangkan usaha secara mandiri, produktif, sekaligus memiliki daya saing.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua III DPRK Kota Sorong Mekanisme Pengangkatan (Otsus), Robert E.F.D. Malaseme. Ia mengapresiasi langkah Dinas Perindustrian yang memberikan ruang bagi OAP untuk menjadi subjek utama dalam pembangunan ekonomi melalui penguatan sektor usaha produktif.
Ia menjelaskan, kehadiran DPRK melalui mekanisme pengangkatan Otsus juga menjadi bagian dari fungsi pengawasan untuk memastikan program-program afirmasi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat OAP.
Robert mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan secara serius dan memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru di Kota Sorong.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sorong, H. Thamrin Tajuddin, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan afirmasi yang lebih besar kepada Orang Asli Papua melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi.
Menurutnya, pemberdayaan tersebut tetap dilaksanakan dengan memperhatikan kepentingan seluruh kelompok masyarakat. Karena itu, sinergi antara Pemerintah Kota Sorong dan DPRK dinilai penting untuk memastikan setiap program pembangunan berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Ia juga menyampaikan bahwa peserta yang menunjukkan kesungguhan serta perkembangan usaha yang baik akan menjadi prioritas dalam memperoleh dukungan lanjutan dari pemerintah.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan skala bisnis, menciptakan lapangan pekerjaan, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Perindustrian Kota Sorong, Eduard Jitmau, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut terbagi dalam dua program utama.
Program pertama yakni Fasilitasi Kelompok Wirausaha Baru Pengelasan, yang diikuti 25 peserta OAP dari kelompok usaha pengelasan dan pandai besi yang berasal dari kawasan Rufei, Sorpus, serta Jalan Baru/Jalan Feri.
Sementara program kedua berupa Pelatihan dan Fasilitasi Produk Rumah Kemasan, yang diikuti 15 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) OAP bidang pengolahan pangan yang tersebar di wilayah Kota Sorong.
Pelaksanaan pelatihan menggandeng Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sorong serta praktisi desain kemasan lokal. Kegiatan berlangsung di Gedung Sentra IKM, Jalan Kanal Viktori KM 10, Kota Sorong.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Sorong berharap dapat melahirkan lebih banyak wirausahawan baru dari kalangan OAP yang memiliki keterampilan, kompetensi, serta daya saing dalam mengembangkan usaha.
Pemerintah juga berharap pemanfaatan Dana Otsus melalui program pemberdayaan ekonomi tidak hanya menghasilkan keterampilan baru, tetapi mampu menciptakan usaha yang berkelanjutan, membuka lapangan pekerjaan, dan pada akhirnya memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta penguatan ekonomi daerah.