Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Sorong akibat sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi terus menjadi perhatian berbagai kalangan. Kondisi tersebut dinilai sebagai persoalan serius yang hingga kini belum terselesaikan secara tuntas.
Tokoh Pemuda, Zainudin Narwawan, yang biasa akrab disapa Zein, menilai anomali kelangkaan BBM yang terjadi saat ini telah memunculkan pertanyaan publik terhadap kinerja Pertamina dalam menjamin distribusi energi di Kota Sorong.
Menurutnya, penjelasan Pertamina yang menyebut stok BBM masih mencukupi hingga 17 hari ke depan tidak sejalan dengan kondisi yang dirasakan masyarakat di lapangan.
“Kalau memang stok BBM masih aman untuk 17 hari ke depan, mengapa hampir di setiap SPBU justru terjadi antrean panjang dan masyarakat kesulitan mendapatkan BBM? Fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang berbeda dengan pernyataan tersebut,” ujar Zein pada Selasa (4/8/2026
Ia mengakui bahwa kendala teknis dalam proses distribusi merupakan hal yang bisa saja terjadi. Namun, menurutnya, kondisi itu seharusnya menjadi bahan evaluasi menyeluruh, khususnya terhadap pola kemitraan antara Pertamina dengan pengelola SPBU.
“Saya melihat persoalan utamanya bukan hanya kendala teknis, tetapi perlu dievaluasi bagaimana hubungan kemitraan Pertamina dengan SPBU. Jangan sampai koordinasi yang tidak berjalan baik justru merugikan masyarakat,” katanya.
Aktivis muda (HMI) ini juga menyoroti minimnya komunikasi kepada masyarakat terkait gangguan distribusi BBM. Menurutnya, tidak adanya penyampaian informasi sejak awal membuat masyarakat tidak siap menghadapi situasi tersebut hingga memicu kepanikan dan meningkatnya emosi di tengah antrean panjang.
“Seharusnya Pertamina menyampaikan informasi lebih awal kepada masyarakat jika memang ada kendala teknis. Dengan begitu masyarakat bisa memahami situasi dan tidak terjadi kepanikan seperti yang kita lihat sekarang,” tegasnya.
Selain itu, ia mengaku menerima berbagai informasi dari masyarakat yang mengindikasikan adanya dugaan distribusi BBM yang tidak merata. Menurutnya, di saat masyarakat kecil kesulitan memperoleh BBM, justru ada pihak-pihak tertentu yang diduga masih memiliki stok dalam jumlah besar.
“Beredar dugaan di tengah masyarakat bahwa kelangkaan ini lebih banyak dirasakan masyarakat kelas bawah dan menengah. Sementara ada oknum-oknum tertentu yang diduga masih memiliki stok BBM dalam jumlah lebih ketika masyarakat sedang kesulitan mendapatkannya. Dugaan seperti ini harus ditelusuri secara serius agar tidak menimbulkan keresahan yang semakin besar,” ujarnya.
Karena itu, Mantan Presma Unamin Sorong, juga mendesak kepada pihak Pertamina agar melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap sistem distribusi dan kemitraannya dengan SPBU.
Zein yang kerap dijuluki sebagai Jendral Lapangan saat Demonstrasi, ini meminta langkah konkret dari pertamina untuk memberantas praktik mafia BBM yang dinilai masih menjadi persoalan di Kota Sorong.
“Saya kembali menegaskan kepada Pertamina agar melakukan evaluasi yang terukur terhadap kemitraannya dengan SPBU, sekaligus benar-benar menghadirkan solusi permanen dalam memberantas mafia BBM di Kota Sorong. Masyarakat berhak mendapatkan kepastian dan kemudahan dalam memperoleh BBM,” pungkasnya.