Melanesiatimes.com, Pulau Doom – Turnamen Kepulauan Cup II Tahun 2026 resmi bergulir, pertandingan ini berlangsung di Lapangan Merdeka, Pulau Doom, Kota Sorong Papua Barat Daya, pada Selasa (4/8/2026).
Kompetisi yang diikuti 25 tim dari wilayah kepulauan di Papua Barat Daya serta tim dari Kota dan Kabupaten Sorong ini menjadi ajang pembinaan sekaligus pencarian bibit-bibit muda berbakat yang diharapkan mampu menembus kompetisi sepak bola nasional.
Anggota DPR Kota Sorong yang juga menjadi sponsor turnamen, Rinoldi Rumfeka, menegaskan bahwa tujuan penyelenggaraan Kepulauan Cup II tidak hanya sebatas kompetisi, tetapi menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan mereka di bidang sepak bola.
“Kami menghadirkan wadah positif untuk menjaring potensi-potensi terbaik di bidang sepak bola agar mereka dapat berkembang dan memiliki kesempatan berkarier di masa depan,” ujar Rinoldi.
Menurutnya, sebagai aktivis kepemudaan dan pecinta sepak bola di Kota Sorong, pembinaan atlet muda harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Ia mengaku telah memiliki pengalaman mengantarkan sejumlah pemain muda berbakat mengikuti trial hingga bergabung dengan klub yang berlaga di Liga 3, Liga 2, bahkan Liga 1 Indonesia.
“Dengan semangat yang sama, saya kembali menghadirkan wadah seperti Kepulauan Cup II dan sebelumnya Roofway Cup I Tahun 2026. Saya berharap dari dua event ini lahir pemain-pemain potensial yang bisa kita orbitkan untuk berkarier di kancah sepak bola nasional,” katanya.
Rinoldi juga mengungkapkan kabar menggembirakan bahwa dalam waktu dekat dua pemain muda asal Papua Barat Daya akan diberangkatkan untuk bergabung dengan salah satu tim peserta Liga 3 Nasional atas permintaan dari klub tersebut.
“Dalam beberapa waktu ke depan ada dua pemain muda yang siap kami kirim ke tim Gresik United Liga 3 Nasional. Mereka adalah putra daerah yang memiliki potensi besar untuk berkembang,” ungkapnya.
Dua pemain Joshua Murafer dan Martin Yarolo. Keduanya diharapkan mampu menunjukkan kualitas terbaik sekaligus membuka jalan bagi talenta-talenta muda Papua Barat Daya lainnya untuk menembus kompetisi sepak bola nasional.
Lebih lanjut, Rinoldi berharap Pemerintah Kota Sorong melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pembinaan sepak bola usia muda agar menjadi program prioritas daerah.
“Saya berharap pengembangan sepak bola mendapat fokus utama dari Pemerintah Kota Sorong melalui Dispora, sehingga setiap aktivitas pembinaan menjadi agenda penting. Papua Barat Daya tidak hanya dikenal sebagai pusat bisnis, tetapi juga mampu memiliki tim yang bersaing di liga nasional,” tutupnya.