Melanesiatimes.com, Kota Sorong — Pembangunan Pusat Pelatihan dan Pembinaan Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama di kawasan Pantai Tanjung Saoka, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Senin (10/8/2026).
Prosesi peletakan batu pertama berlangsung sekitar pukul 10.30 WIT dan dipimpin oleh Ketua Sinode GKI di Tanah Papua. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru, S.I.K., M.Han., Wali Kota Sorong selaku Ketua Panitia, Kepala Kejaksaan Negeri Sorong, Keluarga Lende Mere, serta LMA Keluarga Klawaisa/Keluarga Mubalus.
Pembangunan pusat pelatihan dan pembinaan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kapasitas kelembagaan dan pelayanan GKI di Tanah Papua.
Fasilitas tersebut nantinya diharapkan menjadi wadah untuk pelatihan, pembinaan, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan pelayanan gereja.
Kehadiran berbagai unsur dalam prosesi tersebut juga mencerminkan dukungan lintas elemen terhadap pembangunan pusat pembinaan keagamaan. Pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh gereja, serta masyarakat adat hadir dalam semangat kebersamaan untuk mendukung pembangunan yang memiliki nilai strategis bagi kehidupan masyarakat.
Selain memperkuat pelayanan gereja, pusat pelatihan tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, khususnya generasi muda di Tanah Papua. Pembinaan yang terarah dinilai penting untuk membangun karakter, kapasitas kepemimpinan, serta meningkatkan peran generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat.
Polda Papua Barat Daya menyampaikan bahwa kegiatan peletakan batu pertama berlangsung aman dan lancar. Kehadiran jajaran kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap berbagai kegiatan masyarakat serta pembangunan di wilayah Papua Barat Daya.
“Seluruh rangkaian kegiatan peletakan batu pertama Pusat Pelatihan dan Pembinaan GKI di Tanah Papua berlangsung aman dan lancar,” kata Kasubid PID Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny S.A. Hengkelare.
Dengan dimulainya pembangunan tersebut, Pusat Pelatihan dan Pembinaan GKI di Tanah Papua diharapkan ke depan tidak hanya menjadi pusat pengembangan kapasitas pelayanan gereja, tetapi juga menjadi ruang pembinaan generasi muda dan masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai kebersamaan, pelayanan, serta pembangunan sumber daya manusia di Tanah Papua. (***)