Melanesiatimes.com, Masohi Maluku Tengah – Kegiatan Car Free Day (CFD) yang digagas Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Maluku Tengah setiap Minggu pagi di Kota Masohi terus mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Tingginya antusiasme warga yang memadati lokasi kegiatan menjadi bukti bahwa Car Free Day telah berkembang menjadi ruang publik yang diminati untuk berolahraga, bersosialisasi, menikmati kuliner UMKM, hingga mengikuti berbagai aktivitas positif lainnya.
Melihat besarnya partisipasi masyarakat, Dispora Maluku Tengah berencana menghadirkan sejumlah inovasi baru guna menambah daya tarik kegiatan tersebut.
Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maluku Tengah, Sukri, S.Sos., M.Si., mengatakan pihaknya tengah menyiapkan berbagai konsep kreatif yang akan disuguhkan kepada masyarakat pada pelaksanaan Car Free Day mendatang.
“Berikutnya kami akan menambahkan inovasi-inovasi baru yang akan disuguhkan pada kegiatan Car Free Day,” kata Sukri saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, inovasi yang dirancang tidak hanya bertujuan untuk menambah semarak kegiatan, tetapi juga menjadi wadah bagi komunitas seni, budaya, dan pelaku kreatif di Maluku Tengah untuk menampilkan karya mereka.
“Inovasi-inovasi tersebut bisa berupa live music, pertunjukan tari-tarian budaya, pameran lukisan, serta berbagai kegiatan kreatif lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai agenda tersebut disiapkan untuk membuka ruang ekspresi yang lebih luas bagi komunitas seni, budaya, dan kelompok kreatif lainnya di Maluku Tengah.
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
“Ini ditujukan demi membuka ruang ekspresi seluas-luasnya bagi teman-teman komunitas seni, budaya, dan lainnya di Malteng,” tambahnya.
Sejak diluncurkan beberapa waktu lalu, program Car Free Day diketahui berhasil menghadirkan kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan berbagai instansi dan lembaga. Di antaranya Samudera UMKM, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Koperasi, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, lembaga perbankan, serta sejumlah pihak lainnya.
Kolaborasi tersebut memberikan banyak manfaat bagi masyarakat yang hadir setiap pekan. Selain berolahraga dan mengikuti senam bersama, warga juga dapat mengakses berbagai layanan publik seperti pengurusan dokumen administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan gratis, menikmati kuliner UMKM, hingga menyaksikan berbagai hiburan dan kegiatan kreatif seperti fashion show anak.
Sukri menegaskan bahwa Car Free Day tidak hanya menjadi sarana olahraga dan rekreasi masyarakat, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun interaksi sosial, mempromosikan budaya lokal, dan memberdayakan komunitas.
“Car Free Day bukan sekadar menjadi sarana olahraga dan rekreasi masyarakat saja, tetapi juga dapat berkembang menjadi ruang interaksi sosial, promosi budaya, serta pemberdayaan komunitas lokal,” tegasnya.
Melalui berbagai agenda tambahan yang sedang dipersiapkan, Dispora Maluku Tengah berharap Car Free Day semakin diminati masyarakat dan mampu menjadi ikon aktivitas akhir pekan yang sehat, kreatif, dan produktif di Kota Masohi.
“Kami berharap kegiatan Car Free Day dapat terus berkembang dan menjadi ikon aktivitas akhir pekan yang sehat, kreatif, serta produktif bagi masyarakat Kota Masohi,” tutup Sukri. (HUAT)