Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Dinas Kesehatan Kota Sorong membentuk tim audit investigasi untuk mengusut kasus meninggalnya seorang anak berusia sekitar empat tahun yang viral di media sosial Facebook. Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah beredar video yang menuding adanya keterlambatan penanganan medis di Rumah Sakit Maleo Kota Sorong.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, memberikan penjelasan kepada awak media di Kantor Dinas Kesehatan Kota Sorong, pada Senin sore (13/7/2026).
Ia mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan seluruh data dan kronologi penanganan pasien sebelum menyampaikan kesimpulan kepada masyarakat.
“Anak ini telah mendapat beberapa penanganan atau layanan di beberapa fasilitas kesehatan, baik yang ada di Kota Sorong maupun Kabupaten Sorong. Penanganan terhadap anak yang dipublikasikan ini sebenarnya sudah terjadi sekitar satu bulan lalu. Oleh sebab itu, kami belum bisa memberikan informasi secara detail karena masih membutuhkan data dari seluruh fasilitas kesehatan yang menangani pasien sejak awal hingga meninggal dunia,” ujar Jemima.
Menurutnya, Dinas Kesehatan akan membentuk tim investigasi dan akan melakukan investigasi secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak agar hasil yang diperoleh objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Untuk memberikan informasi yang jelas kepada seluruh masyarakat Kota Sorong terkait kasus ini, kami akan melakukan investigasi mendalam terhadap seluruh fasilitas kesehatan yang menangani anak tersebut sejak satu bulan lalu hingga meninggal dunia. Dengan begitu, kami akan memperoleh data yang lengkap sehingga dapat diketahui secara pasti apakah terdapat unsur kelalaian atau tidak,” katanya.
Jemima menjelaskan, tim audit investigasi ini berasal dari Dinas Kesehatan, tetapi juga melibatkan dokter spesialis anak, tenaga medis dari fasilitas kesehatan yang menangani pasien, akademisi, hingga tim hukum.
Video Viral
👇👇👇
AG Bantu Bahan Bangunan
Rumah Kumuh Kota Sorong
“Tim investigasi akan terdiri dari Dinas Kesehatan, dokter spesialis anak, dokter dari fasilitas kesehatan yang menangani pasien, akademisi, dan tim hukum. Hasil investigasi nantinya akan kami laporkan kepada Wali Kota Sorong dan juga kami sampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” jelasnya.
Selain melakukan investigasi, Dinas Kesehatan juga mengingatkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan agar tetap memberikan pelayanan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan mengoptimalkan sistem rujukan apabila terdapat keterbatasan layanan di rumah sakit.
“Kami mengimbau seluruh rumah sakit agar melayani pasien dengan baik, melayani dengan hati, dan sesuai standar operasional prosedur. Apabila fasilitas kesehatan tidak mampu memberikan pelayanan sesuai kebutuhan pasien, maka sistem rujukan harus dijalankan ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap,” tegas Jemima.
Ia memperkirakan proses audit membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu karena melibatkan banyak data dari berbagai fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit dan laboratorium.
“Berikan kami waktu sekitar dua hingga tiga minggu. Proses audit tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena kami harus mengumpulkan seluruh data yang diperlukan dari berbagai fasilitas kesehatan,” pungkasnya.
Sementara itu, media ini juga telah berupaya meminta konfirmasi kepada pihak Rumah Sakit Maleo. Namun, Direktur Rumah Sakit Maleo tidak berada di tempat saat hendak ditemui.
Salah seorang perawat rumah sakit menyampaikan bahwa pihak rumah sakit bersama Dinas Kesehatan Kota Sorong saat ini sedang melakukan investigasi mendalam terkait kasus tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, hasil investigasi resmi masih menunggu penyampaian dari tim audit yang dibentuk Dinas Kesehatan Kota Sorong.