Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Kota Sorong menjadi daerah pertama di Indonesia yang menggelar Buddhayana Run 2026, sebuah ajang lari santai yang diselenggarakan oleh Keluarga Buddhayana Indonesia. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara berskala nasional yang digelar serentak di delapan kota dan akan resmi dimulai pada Minggu, 12 Juli 2026. Sa
Ketua Panitia Buddhayana Run Kota Sorong, Darto Tjoanda, mengatakan Sorong mendapat kehormatan sebagai kota pembuka dalam rangkaian kegiatan nasional tersebut. Setelah Sorong, kegiatan akan berlanjut ke Batam, Jambi, Pangkalpinang, Tangerang, Medan, Palembang, dan ditutup di Surabaya pada 30 Agustus 2026 yang dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta.
“Ini merupakan kegiatan nasional yang dilaksanakan secara serentak di delapan kota. Kebetulan Sorong mendapat urutan pertama sebagai tuan rumah pembuka, sedangkan penutupannya akan berlangsung di Surabaya pada 30 Agustus 2026,” ujar Darto.
Ia menjelaskan, antusiasme masyarakat terhadap Buddhayana Run sangat tinggi. Namun, keterbatasan lokasi penyelenggaraan membuat panitia membatasi jumlah peserta hanya sebanyak 500 orang, dan seluruh kuota tersebut telah terisi penuh.
“Minat masyarakat sebenarnya sangat besar, tetapi karena kapasitas lokasi tidak memungkinkan, kami hanya membuka kuota maksimal 500 peserta dan semuanya sudah penuh,” katanya.
Buddhayana Run di Kota Sorong mengusung konsep fun run sejauh 5 kilometer. Rute dimulai dari Wihara Buddha Jayanti, kemudian melewati Jalan Ahmad Yani, berputar di Lampu Merah Maranatha, dilanjutkan hingga kawasan Masjid Al Jihad sebelum kembali finis di titik awal.
Video Viral
👇👇👇
AG Bantu Bahan Bangunan
Rumah Kumuh Kota Sorong
Selain kegiatan lari santai, panitia juga menyiapkan berbagai hiburan bagi peserta dan masyarakat. Setelah fun run selesai, acara akan dilanjutkan dengan senam zumba bersama, pembagian hadiah bagi para pemenang, serta pengundian doorprize yang didukung oleh berbagai sponsor.
“Setelah fun run selesai, peserta akan mengikuti senam zumba bersama. Kemudian kami akan membagikan hadiah kepada para pemenang dan mengundi berbagai doorprize yang telah disiapkan sponsor,” jelasnya.
Darto menambahkan, penyelenggaraan Buddhayana Run tidak hanya bertujuan mengajak masyarakat hidup sehat melalui olahraga, tetapi juga memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman sesuai tema yang diusung tahun ini, yakni Stronger in Diversity.
“Harapan kami melalui kegiatan ini adalah membangun kebersamaan. Sesuai moto Buddhayana Run, yaitu ‘Stronger in Diversity’, kekuatan itu dibangun melalui persatuan dalam keberagaman,” ungkapnya.
Menurut Darto, Buddhayana Run merupakan agenda tahunan Keluarga Buddhayana Indonesia dan tahun 2026 menjadi penyelenggaraan yang kedua. Meski demikian, pelaksanaan di Kota Sorong pada tahun-tahun mendatang masih menunggu keputusan dari panitia pusat.
“Ini merupakan penyelenggaraan tahun kedua dan rencananya akan menjadi agenda tahunan. Namun, apakah Sorong kembali mendapat kesempatan menjadi tuan rumah, semuanya masih menunggu keputusan dari pusat,” pungkasnya.