Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Direktorat Intelkam Polda Papua Barat Daya menggelar pertemuan dan dialog bersama sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat, kepala suku asli Papua, serta tokoh mahasiswa di Kota Sorong, Senin (13/4/2026) siang.
Kegiatan yang berlangsung di salah satu rumah makan di Kota Sorong tersebut dipimpin oleh AKBP Muhammad Salin Nurlily selaku Kasubdit I Bidang Politik Direktorat Intelkam Polda Papua Barat Daya. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan mempererat silaturahmi antara kepolisian dan berbagai elemen masyarakat.
Sejumlah tokoh yang hadir dalam dialog tersebut di antaranya Sekretaris Umum LMA Papua Barat Daya Fatra M. Soltief, Kepala Suku Kokoda Idris Wugaje, Tokoh Adat Suku Moi Simson Su, Ketua PMII Provinsi Papua Barat Daya Faturahman Kelsaba, serta beberapa perwakilan organisasi mahasiswa dari Kota Sorong.
Dalam pertemuan itu, pihak kepolisian menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di tengah dinamika pembangunan yang sedang berlangsung di wilayah Papua Barat Daya.
“Pertemuan ini merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus upaya pendekatan kepada para tokoh agar bersama-sama mendukung program pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah,” ujar AKBP Muhammad Salin Nurlily dalam dialog tersebut.
Video Viral
👇👇👇
Yanto Ijie
Sambangi Rumah Kumuh Kota Sorong
Ia juga menambahkan bahwa dukungan dari para tokoh masyarakat sangat penting untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif, terutama di tengah adanya berbagai kritik masyarakat terhadap pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN).
Sementara itu, para tokoh yang hadir menyatakan pada prinsipnya mendukung program-program pemerintah, termasuk PSN, sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan di Papua Barat Daya.
“Kami mendukung program pemerintah, tetapi kami juga berharap ada evaluasi yang mendalam agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ungkap salah satu perwakilan tokoh dalam forum tersebut.
Para tokoh juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam setiap proses pembangunan, sehingga program yang dijalankan tidak hanya bersifat top-down, tetapi juga memperhatikan kebutuhan riil di lapangan.
Dialog ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sinergi yang lebih kuat antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat, guna menjaga stabilitas wilayah sekaligus memastikan pembangunan berjalan secara adil dan tepat sasaran.