Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, mengajak mama-mama Papua untuk memanfaatkan potensi pangan lokal menjadi produk olahan bernilai ekonomi tinggi. Menurutnya, kreativitas dan keterampilan dalam mengolah sumber daya lokal dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
Ajakan tersebut disampaikan Jemima saat membuka kegiatan Pelatihan Diversifikasi Pangan Lokal Stik Sukun Mentega serta Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Industri Kecil Pembuatan Abon Ikan yang didukung Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Kota Sorong melalui Dinas Perindustrian tersebut diikuti 100 peserta. Sebanyak 50 peserta mengikuti pelatihan pembuatan Stik Sukun Mentega, sedangkan 50 peserta lainnya mendapatkan pelatihan pengolahan hasil perikanan menjadi abon ikan.
Dalam sambutannya, Jemima menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Sorong, khususnya Dinas Perindustrian, atas inisiatif dan dukungan penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap peningkatan kapasitas perempuan Papua dalam mengembangkan usaha produktif.
“Pemberdayaan perempuan bukan hanya tentang memberikan pelatihan, tetapi juga tentang memberikan kesempatan, kepercayaan, pengetahuan, dan ruang bagi perempuan untuk berkembang serta mengambil bagian dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” ungkap Jemima.
Ia menjelaskan, Kota Sorong memiliki potensi sumber daya alam dan pangan lokal yang cukup besar, di antaranya buah sukun dan hasil perikanan. Namun, potensi tersebut perlu dikembangkan lebih jauh agar tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, melainkan diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar lebih luas.
Menurut Jemima, buah sukun dapat dikembangkan menjadi makanan ringan seperti Stik Sukun Mentega yang memiliki cita rasa dan daya tarik tersendiri. Sementara hasil perikanan dapat diolah menjadi abon ikan yang praktis, memiliki nilai jual lebih tinggi, serta daya simpan lebih baik apabila diproses dan dikemas secara benar.
“Dari buah sukun dapat tercipta usaha makanan ringan. Dari hasil ikan dapat berkembang industri olahan yang bernilai ekonomi. Dan dari tangan-tangan terampil mama-mama Papua, kita dapat membangun kemandirian ekonomi masyarakat Kota Sorong,” ujarnya.
Jemima juga mengingatkan bahwa pengembangan produk pangan lokal harus memperhatikan aspek kualitas dan keamanan pangan. Produk yang dihasilkan tidak cukup hanya memiliki rasa yang enak dan kemasan menarik, tetapi juga harus memenuhi standar kebersihan, sanitasi, kualitas bahan baku, serta proses pengolahan yang baik.
Ia menyebutkan, pengembangan pangan lokal sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan serta ketentuan mengenai penyelenggaraan keamanan pangan. Karena itu, peserta diharapkan memahami bahwa kepercayaan konsumen merupakan bagian penting dalam membangun keberlanjutan sebuah usaha.
Dalam kesempatan tersebut, Jemima memberikan sejumlah pesan kepada peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif bertanya, dan memanfaatkan kesempatan belajar dari para instruktur.
Ia juga meminta peserta tidak hanya berfokus pada keterampilan membuat produk, tetapi mulai memahami cara menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, menjaga kualitas bahan baku, memilih kemasan yang menarik, hingga memperhatikan daya simpan produk.
“Jangan berhenti hanya pada kemampuan membuat produk. Pelajari juga bagaimana menentukan kualitas bahan baku, menghitung biaya produksi, menetapkan harga jual, menjaga kebersihan, memilih kemasan yang menarik, serta memperhatikan daya simpan produk,” pesannya.
1 / 1
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
Lebih lanjut, Jemima mendorong para peserta membangun kerja sama dengan membentuk atau mengembangkan kelompok usaha. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam kegiatan produksi yang lebih terorganisasi dan berkelanjutan.
Ia turut mengajak mama-mama Papua memanfaatkan perkembangan teknologi dan media digital sebagai sarana pemasaran. Produk lokal yang dihasilkan diharapkan tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga mampu menjangkau konsumen di berbagai wilayah, termasuk di luar Papua Barat Daya.
“Mama-mama harus percaya pada kemampuan diri sendiri. Jangan pernah merasa bahwa usaha kecil yang dimulai dari rumah tidak memiliki masa depan. Banyak usaha besar berawal dari keterampilan sederhana, ketekunan, dan keberanian untuk mencoba,” tuturnya.
Sebagai Ketua Dekranasda Kota Sorong, Jemima berharap pelatihan tersebut tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Menurutnya, diperlukan tindak lanjut melalui pendampingan, pembinaan kelompok usaha, peningkatan kualitas produk, pengembangan desain kemasan, serta perluasan akses pemasaran.
Ia juga menekankan pentingnya mendorong produk hasil pelatihan agar secara bertahap memenuhi persyaratan perizinan usaha dan keamanan pangan sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut diperlukan agar produk memiliki kepercayaan konsumen dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Penyematan tanda peserta dan penyerahan alat dapur kepada peserta
Dekranasda Kota Sorong, lanjutnya, berkomitmen mendukung kreativitas, inovasi, dan pengembangan produk lokal agar hasil karya masyarakat, khususnya mama-mama Papua, dapat berkembang menjadi produk unggulan daerah yang memiliki identitas dan daya saing.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang ditandai pemukulan tifa secara bersama-sama. Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya pelatihan sekaligus mencerminkan semangat kebersamaan dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta serta penyerahan bantuan peralatan secara simbolis kepada perwakilan peserta. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran sekaligus menjadi dukungan awal bagi peserta dalam mengembangkan usaha setelah mengikuti pelatihan.
Menutup sambutannya, Jemima menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk para narasumber dan instruktur yang akan membagikan pengetahuan serta keterampilan kepada peserta.
Ia berharap 100 peserta yang mengikuti pelatihan dapat menjadikan kesempatan tersebut sebagai titik awal untuk membangun usaha mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
“Keberhasilan pelatihan ini bukan hanya diukur dari berapa banyak peserta yang hadir atau berapa banyak produk yang berhasil dibuat hari ini, tetapi dari seberapa jauh keterampilan tersebut diterapkan dan memberikan perubahan nyata bagi kehidupan keluarga dan masyarakat,” pungkas Jemima.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Sorong bersama Dekranasda diharapkan mampu mendorong lahirnya pelaku usaha baru dari kalangan mama-mama Papua sekaligus memperkuat pemanfaatan potensi pangan lokal sebagai salah satu kekuatan ekonomi masyarakat di Kota Sorong.