Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Tahun 2026 di Kota Sorong menjadi momentum untuk memperkuat peran bidan sebagai garda terdepan dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak serta menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Peringatan yang mengusung tema “One Million More Midwives” dengan subtema “Dunia Membutuhkan Lebih dari Sejuta Bidan: Bidan Indonesia Memperkuat Kepemimpinan Bidan dalam Pelayanan Kebidanan Berbasis Hak, Berpusat pada Perempuan dan Anak serta Siap Mengawal Generasi Emas 2045” itu berlangsung meriah di Gedung Lambert Jitmau, Kota Sorong, pada Selasa (14/7/2026),
Kegiatan ini dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sorong saat ini dijabat oleh Ruddy R Laku, S.Pi, MM, para bidan, tenaga kesehatan, serta tamu undangan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, menyampaikan apresiasi kepada seluruh bidan atas dedikasi mereka dalam mendampingi perempuan, ibu, bayi, anak, hingga keluarga. Menurutnya, profesi bidan memiliki peran yang sangat penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak masa kehamilan.
“Generasi yang berkualitas tidak lahir secara tiba-tiba. Generasi itu dibentuk sejak dalam kandungan, dilahirkan dengan selamat, dibesarkan dengan kasih sayang, memperoleh gizi yang baik, imunisasi yang lengkap, dan pendampingan keluarga yang kuat. Dalam setiap proses tersebut selalu ada sosok bidan yang hadir dengan ilmu, ketulusan, dan pengabdian,” ujar Jemima.
Ia menegaskan bahwa bidan bukan sekadar tenaga kesehatan, melainkan sahabat perempuan, pendamping keluarga, pendidik masyarakat, sekaligus penjaga awal kehidupan. Menurutnya, sentuhan kasih, empati, dan ketulusan seorang bidan merupakan nilai yang tidak dapat digantikan oleh kemajuan teknologi.
Dalam sambutannya, Jemima juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pembangunan kesehatan. Pemerintah Kota Sorong melalui Dinas Kesehatan terus mendorong transformasi pelayanan kesehatan primer melalui Integrasi Layanan Primer (ILP), penguatan puskesmas dan posyandu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta perluasan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan kesehatan membutuhkan sinergi seluruh pihak. Pemerintah, tenaga kesehatan, Ikatan Bidan Indonesia, Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, dunia pendidikan, dunia usaha, hingga keluarga harus berjalan dalam satu irama,” katanya.
Menurut Jemima, kolaborasi lintas sektor telah memberikan hasil positif, di antaranya meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kehamilan, pemberian ASI eksklusif, pemantauan tumbuh kembang balita, serta percepatan penurunan angka stunting. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan masih cukup besar.
“Masih ada ibu yang membutuhkan pendampingan, bayi yang memerlukan pelayanan terbaik, keluarga yang membutuhkan edukasi, serta anak-anak yang harus kita pastikan tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari stunting,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Jemima berharap HUT ke-75 IBI menjadi motivasi bagi seluruh bidan di Kota Sorong yang saat ini berjumlah sekitar 381 orang untuk terus meningkatkan profesionalisme dan memperkuat kemitraan dengan pemerintah maupun masyarakat.
Video Viral
👇👇👇
Yanto Ijie
Sambangi Rumah Kumuh Kota Sorong
“Saya berharap dengan bertambahnya usia IBI yang ke-75, seluruh bidan semakin profesional, semakin bertanggung jawab, serta terus membangun sinergi dengan pemerintah dan masyarakat. Harapan kami ke depan tidak ada lagi kasus kematian ibu melahirkan maupun kematian bayi dan balita di Kota Sorong, serta bidan tetap menjadi ujung tombak dalam penanganan stunting,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (PC IBI) Kota Sorong, Martha Mansawan, mengatakan HUT ke-75 IBI menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian seluruh anggota dalam memberikan pelayanan terbaik kepada ibu, bayi, anak, keluarga, dan masyarakat.
“Tema tahun ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi panggilan moral bagi seluruh bidan untuk memperkuat kepemimpinan, meningkatkan kompetensi, serta menghadirkan pelayanan kebidanan yang berpusat pada perempuan dan anak,” ujarnya.
Martha menjelaskan, IBI yang berdiri sejak 24 Juni 1951 telah menjadi organisasi profesi yang berperan besar dalam meningkatkan mutu pelayanan kebidanan, pendidikan, pembinaan kompetensi, penegakan kode etik, hingga menjadi mitra strategis pemerintah dalam berbagai program kesehatan nasional.
Ia berharap seluruh anggota IBI Kota Sorong tidak hanya unggul dalam keterampilan klinis, tetapi juga mampu menjadi pemimpin di bidang kesehatan serta terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Saya berharap seluruh anggota IBI Kota Sorong menjadi bidan yang profesional, memiliki kompetensi yang terus berkembang, mampu memimpin, serta dapat berjalan bersama organisasi profesi kesehatan lainnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Martha juga mengungkapkan, hingga tahun 2026 terdapat sebanyak 381 bidan yang bertugas di Kota Sorong. Mereka tersebar di tujuh rumah sakit dan sebelas puskesmas, serta tergabung dalam 14 ranting Pengurus Cabang IBI Kota Sorong.
Menurutnya, keberadaan para bidan sangat penting dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan di Kota Sorong yang memiliki wilayah pesisir dan pulau-pulau dengan akses transportasi yang masih terbatas.
Peringatan HUT ke-75 IBI ditutup dengan suasana penuh sukacita. Usai prosesi pemotongan kue ulang tahun dan tiup lilin sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan IBI selama 75 tahun, rangkaian acara dilanjutkan dengan fashion show yang diikuti para bidan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Sorong. Penampilan para peserta mendapat sambutan meriah dari para tamu undangan dan menjadi simbol kekompakan serta semangat kebersamaan para bidan dalam mengabdi kepada masyarakat.
Melalui peringatan HUT ke-75 IBI ini, seluruh pihak berharap semangat kolaborasi, profesionalisme, dan pengabdian para bidan terus meningkat sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi ibu, bayi, anak, dan keluarga, sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.