Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Turnamen Catur Gajah Muda Perkasa (GMP) Cup sukses digelar dengan menghadirkan persaingan sengit antar pecatur dari berbagai kalangan. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi para pecinta olahraga catur di wilayah Papua Barat Daya. Senin (13/4/2026).
Panitia menegaskan bahwa turnamen ini bukan merupakan ajang bergengsi. Kendari kegiatan ini lebih difokuskan sebagai sarana mempererat silaturahmi antara Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Sorong dengan komunitas pecatur.
Selain sebagai ajang silaturahmi, turnamen ini juga bertujuan untuk mengasah kemampuan para pemain. Melalui kompetisi seperti ini, para pecatur diharapkan dapat meningkatkan kualitas permainannya.
Muh. Said selaku pengurus Percasi Kota Sorong yang mewakili Ketua Percasi Kota Sorong turut menyampaikan pentingnya kegiatan ini bagi perkembangan catur di daerah. Ia menegaskan bahwa turnamen ini menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan.
“Turnamen ini bukan semata mencari juara, tetapi bagaimana kita bisa membangun kebersamaan dan meningkatkan kemampuan para pecatur di Papua Barat Daya,” ujar Muh. Said dalam keterangannya.
Pertandingan berlangsung menggunakan sistem tujuh putaran yang menguji konsistensi setiap peserta. Setiap pemain dituntut untuk tampil maksimal di setiap babak.
Dalam sistem penilaian, kemenangan diberikan satu poin, sementara hasil remis atau draw bernilai setengah poin. Skema ini membuat setiap langkah menjadi sangat menentukan.
Sejak putaran awal, para peserta sudah menunjukkan permainan yang penuh strategi dan perhitungan matang. Persaingan berlangsung ketat bahkan hingga memasuki babak akhir.
Panitia menetapkan bahwa penentuan juara didasarkan pada jumlah poin yang dikumpulkan. Jika terdapat nilai yang sama, maka penentuan dilakukan berdasarkan waktu tercepat dalam permainan.
Tonton Juga Lagu Terbaru Anak Sorong
👇👇👇
Antara Hidup dan Akhir Hayat
Aturan tersebut membuat para pemain tidak hanya fokus pada kemenangan, tetapi juga efisiensi waktu. Hal ini menambah tingkat kesulitan sekaligus daya tarik turnamen.
Setelah seluruh pertandingan selesai, panitia melakukan rekapitulasi hasil secara menyeluruh. Dari hasil tersebut, akhirnya ditentukan para pemenang dari peringkat enam hingga pertama.
Posisi juara keenam diraih oleh Ishak yang tampil cukup konsisten sepanjang turnamen. Ia mampu mengumpulkan 4,5 poin di tengah persaingan yang ketat.
Sementara itu, posisi kelima ditempati oleh Sony dengan permainan yang disiplin. Di peringkat keempat, Peter Silalahi menunjukkan performa impresif terutama pada laga-laga krusial.
Untuk posisi tiga besar, Ahmad Hariadi berhasil mengamankan peringkat ketiga setelah melewati pertandingan yang menegangkan. Ia mampu menjaga ritme permainan hingga akhir.
Di posisi kedua, Yance tampil sebagai salah satu pesaing terkuat dengan raihan poin tinggi. Konsistensinya membuat ia mampu bertahan di papan atas hingga turnamen berakhir.
Adapun gelar juara pertama kembali diraih oleh M. Adha yang mempertahankan statusnya sebagai juara bertahan Piala Wali Kota Cup dengan total enam poin.
Para juara dari peringkat pertama hingga keenam menerima uang pembinaan dengan total sebesar Rp2.850.000.