RAJA AMPAT, MELANESIATIMES.COM — Pertarungan sengit tersaji pada partai final Turnamen Billiard Raja Ampat Open HC 9 Ball yang digelar DPC Demokrat Raja Ampat di Kota Waisai, Rabu (19/8/2026) malam hingga dini hari. Atlet asal komunitas billiard AMC Kota Ambon, Maluku, Ampi, akhirnya keluar sebagai juara pertama setelah menaklukkan Hj. Andi dari komunitas MTS Raja Ampat dengan skor 6–3.
Bermain dengan format Race to 6, kedua finalis harus lebih dahulu mengamankan enam kemenangan rack untuk memastikan gelar juara. Dalam duel final tersebut, Ampi tampil lebih konsisten dalam mengendalikan jalannya pertandingan hingga berhasil mencapai angka kemenangan keenam, sementara Hj. Andi harus puas dengan tiga kemenangan rack.
Sejak awal pertandingan, duel berlangsung kompetitif. Kemampuan membaca posisi bola, menentukan cue ball control, serta menjaga konsistensi potting menjadi faktor penting dalam perebutan setiap rack. Ampi mampu menjaga momentum dan memanfaatkan peluang yang tersedia hingga akhirnya mengunci kemenangan 6–3.
Hasil tersebut mengantarkan Ampi sebagai Champion Turnamen Billiard Raja Ampat 2026, sedangkan Hj. Andi menempati posisi Runner Up.
Ketua DPC Partai Demokrat Raja Ampat, Muh. Taufik Sarasa, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang sekaligus memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah ambil bagian dalam turnamen tersebut.
Menurut Taufik, turnamen ini bukan hanya menjadi ajang perebutan hadiah, tetapi juga ruang untuk mempertemukan dan menguji kemampuan para atlet billiard, baik dari Raja Ampat maupun sejumlah daerah lainnya.
“Selamat kepada para pemenang. Kami juga memberikan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah berkompetisi dengan menjunjung tinggi sportivitas. Antusiasme peserta dalam turnamen ini luar biasa,” ujar Taufik saat penutupan turnamen.
Taufik yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Raja Ampat itu menilai tingginya animo peserta menjadi indikator bahwa olahraga billiard memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di Raja Ampat.
Ia bahkan memastikan pihaknya berencana kembali menggelar turnamen billiard dalam waktu dekat dengan total hadiah yang lebih besar.
“Kami melihat antusias para atlet sangat tinggi. Kami berencana kembali menggelar event Turnamen Billiard di Raja Ampat dalam waktu dekat. Karena itu, saya sampaikan kepada para atlet agar lebih giat berlatih dari sekarang,” katanya.
Turnamen Billiard Raja Ampat 2026 mendapat respons positif dari para pecinta billiard. Sebanyak 258 peserta tercatat mendaftarkan diri dan terbagi dalam dua kategori, yakni bagan lokal dan bagan umum.
Untuk kategori lokal, tercatat 172 peserta yang berasal dari wilayah Raja Ampat. Sementara kategori umum diikuti 86 atlet dari berbagai daerah di luar Raja Ampat.
Besarnya jumlah peserta membuat persaingan berlangsung ketat sejak babak awal hingga memasuki fase 16 besar, 8 besar, semifinal, dan final.
Dalam sistem pertandingan billiard, semakin jauh seorang atlet melangkah dalam bagan turnamen, semakin tinggi pula tuntutan konsistensi dalam break, potting, position play, hingga kemampuan mengendalikan cue ball. Format Race to 6 pada partai final juga membuat setiap rack memiliki nilai penting karena kesalahan kecil dapat mengubah momentum pertandingan.
Turnamen Billiard Raja Ampat 2026 menyediakan hadiah bagi para atlet yang berhasil mencapai babak-babak utama, dengan rincian:
- Champion: Rp7.000.000
- Runner Up: Rp4.000.000
- Semifinal: Rp2.000.000
- 8 Besar: Rp1.000.000
- 16 Besar: Rp250.000
Dengan keberhasilan Ampi mengamankan kemenangan 6–3 atas Hj. Andi, gelar juara akhirnya dibawa ke Ambon. Sementara Hj. Andi menjadi wakil komunitas billiard lokal yang berhasil menembus partai puncak.
Turnamen tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Raja Ampat memiliki basis komunitas dan atlet billiard yang cukup kuat, serta berpeluang menjadi salah satu daerah yang aktif menggelar kompetisi billiard berskala regional hingga nasional.