Melanesiatimes.com, Kabupaten Sorong – Lima mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) turun langsung mendampingi Kelompok Tani (Poktan) Margo Tani di Kelurahan Malasom, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, dalam upaya memodernisasi pengolahan lahan pertanian melalui penggunaan alat mesin pertanian berupa kultivator. Minggu (3/5/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pendampingan tersebut difokuskan pada percepatan persiapan lahan menjelang musim tanam, sekaligus mendorong efisiensi kerja petani melalui mekanisasi pertanian.
Dosen pembimbing lapangan, Dr. Ajang Maruapey, SP., MP, yang akrab disapa Amar oleh kalangan petani, menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian. Menurutnya, penggunaan alat seperti kultivator dapat menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi beban kerja petani.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menguasai teori di ruang kelas, tetapi juga mampu membantu petani dengan mengadopsi teknologi tepat guna sebagai langkah strategis untuk memajukan ketahanan pangan bersama,” ujar Dr. Amar.
Sementara itu, Suparyono, anggota Poktan Margo Tani sekaligus pemilik lahan, menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim dari UNAMIN. Ia mengaku bantuan tenaga dan transfer teknologi yang diberikan sangat membantu dalam proses pengolahan lahannya.
“Saya sangat menghargai kehadiran mahasiswa Fakultas Pertanian UNAMIN dan Bapak Dosen Amar di kebun saya. Hari ini mereka sangat membantu pekerjaan saya dan istri dalam pengolahan lahan,” ungkapnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi petani lainnya di wilayah tersebut. Menurutnya, penggunaan mesin kultivator terbukti lebih efektif dibandingkan metode manual.
Tonton Juga Serial Lagu Terbaru
👇👇👇
Lagu Viral \"Veronika\"
Dari sisi mahasiswa, pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Salah satu mahasiswi semester dua Program Studi Agroteknologi, Dian Fatma Sari, mengaku bangga dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.
“Kami bangga bisa belajar langsung di lapangan. Penggunaan mesin kultivator memberikan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan cangkul manual,” katanya.
Ia menambahkan, kesempatan tersebut membuka wawasan baru terkait mekanisasi pertanian dan memperkuat pemahaman praktis mahasiswa. “Pengalaman ini sangat membantu kami memahami teknologi alat mesin pertanian secara nyata,” ujarnya.
Kegiatan pendampingan ini juga dinilai berkontribusi terhadap pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Keterlibatan mahasiswa di lapangan mencerminkan implementasi IKU 2, yakni pengalaman belajar di luar kampus melalui praktik langsung.
Di sisi lain, peran aktif dosen dalam kegiatan ini turut mencerminkan pencapaian IKU 3, yaitu keterlibatan dosen dalam aktivitas di luar kampus. Hal ini sekaligus memperkuat implementasi Tridharma Perguruan Tinggi secara aplikatif di tengah masyarakat.
“Sinergi antara mahasiswa, dosen, dan petani ini memberikan dampak langsung pada produktivitas pertanian. Ini menunjukkan bahwa kampus hadir sebagai solusi atas permasalahan di lapangan,” tutup Dr. Amar.