Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, SH. MPA. bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Sorong melaksanakan kegiatan anjangsana ke empat yayasan di Kota Sorong, sebagai bentuk kepedulian sosial menyambut Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kegiatan ini berlangsung di beberapa tempat yayasan yang ada di seputaran Kota Sorong Papua Barat Daya pada Selasa (30/12/2025).
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Sorong menyalurkan bantuan sosial berupa kebutuhan bahan pokok. Bantuan yang diberikan meliputi beras, mi instan, minyak goreng, gula pasir, ikan sarden, dan teh poci, dengan jumlah masing-masing sebanyak 50 bungkus atau karton untuk setiap yayasan penerima.
Wali Kota Sorong yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sorong, Sekretaris Daerah, serta pimpinan OPD menyampaikan bahwa anjangsana ini merupakan wujud berbagi kasih Natal kepada yayasan dan panti sosial, sekaligus sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam menyongsong pergantian tahun.
“Kegiatan anjangsana ini kami lakukan dalam rangka berbagi kasih Natal bersama yayasan dan panti, sekaligus menyongsong Tahun Baru 2026 dengan kegiatan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Wali Kota Sorong.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Sorong tahun ini memilih untuk tidak menggelar euforia malam pergantian tahun dengan pesta kembang api. Sebagai gantinya, anggaran dan perhatian dialihkan ke kegiatan sosial yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Untuk merayakan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, kami melakukan anjangsana ke beberapa yayasan yang ada di Kota Sorong guna membagikan sembako,” katanya.
Lebih lanjut disampaikan, anggaran pengadaan bantuan sosial tersebut merupakan hasil sumbangsih dari para pimpinan OPD sebagai bagian dari bakti sosial Natal dan Tahun Baru di lingkungan Pemerintah Kota Sorong.
Adapun yayasan yang menerima bantuan sosial dalam kegiatan ini meliputi Yayasan Rumah Singgah Bentang Alam Papua Foundation, Yayasan Pelangi, Yayasan Emeyodere, dan Yayasan Agape.
Khusus Yayasan Agape, saat ini yayasan tersebut menampung sejumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang membutuhkan pendampingan dan perawatan khusus. Keberadaan yayasan ini menjadi salah satu tempat pelayanan sosial bagi ODGJ di Kota Sorong.
Pimpinan Yayasan Agape menjelaskan bahwa tidak semua ODGJ dapat langsung diterima di yayasan tersebut. Setiap calon penghuni wajib melalui tahapan pemeriksaan kesehatan, salah satunya pemeriksaan darah, sebagai langkah antisipasi terhadap penyakit menular.
“Tidak semua ODGJ bisa langsung kami terima, karena harus melalui pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu, termasuk pemeriksaan darah, untuk mengantisipasi adanya penyakit menular,” ujar pimpinan Yayasan Agape.
Ia juga mengungkapkan keterbatasan yayasan dalam menampung ODGJ dalam jumlah besar. Selain keterbatasan kebutuhan makan dan minum, pihak yayasan juga harus mempertimbangkan risiko apabila terjadi kejadian yang tidak diinginkan.
“Kami tidak bisa menampung terlalu banyak ODGJ, karena menyangkut kebutuhan hidup sehari-hari. Jika terjadi kematian atau kecelakaan, biasanya pihak yayasan yang disalahkan, sehingga kami betul-betul harus menyeleksinya dengan baik,” katanya.
Pihak Yayasan Agape berharap adanya perhatian dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan masyarakat, agar pelayanan dan pendampingan terhadap ODGJ di Kota Sorong dapat terus berjalan dengan aman dan optimal.