Melanesiatimes.com, Kota Sorong PBD — Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Papua Barat Daya Tahun Anggaran 2026 memasuki tahap koordinasi antara komisi-komisi Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Barat Daya dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai mitra kerja masing-masing.
Ketua DPRP Papua Barat Daya, Ortis F. Sagrim, mengatakan tahapan tersebut dilakukan setelah Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan OPD teknis menyelesaikan pembahasan materi RAPBD secara terperinci.
Hal tersebut disampaikan Ortis usai menerima penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Papua Barat Daya Tahun Anggaran 2026 dari Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dalam rapat paripurna di Rylich Panorama Hotel, Kota Sorong, Senin (21/9/2026).
Menurut Ortis, setelah pembahasan di tingkat Banggar dan TAPD, selanjutnya alat kelengkapan dewan melalui komisi-komisi akan melakukan pembahasan bersama OPD sesuai bidang tugas dan mitra kerja masing-masing.
“Yang ada di alat kelengkapan dewan, komisi-komisi akan membahas bersama mitra komisi, yaitu OPD-OPD yang ada sesuai dengan jadwal,” kata Ortis.
1 / 1
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
Ia menjelaskan, sebagian besar materi RAPBD telah dibahas secara rinci dalam pembahasan sebelumnya, khususnya berkaitan dengan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).
“Hampir semua materi itu sudah dirampungkan. Sudah dibahas secara rinci oleh Badan Anggaran bersama Tim Anggaran dan juga OPD-OPD teknis pada KUA-PPAS,” ujarnya.
Ortis menyebutkan, dokumen KUA-PPAS tersebut juga telah ditandatangani pada 8 September 2026. Karena itu, pembahasan yang dilakukan saat ini lebih diarahkan untuk memantapkan materi anggaran sebelum memasuki tahapan berikutnya.
“Ini tinggal dimantapkan lagi,” jelasnya.
Terkait jadwal pembahasan hingga penetapan, Ortis mengatakan DPRP PBD telah menyiapkan tahapan sesuai agenda yang telah ditetapkan. Jika tidak terdapat hambatan, pembahasan selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada Kamis.
“Jadi kita dalam jadwal, Kamis rencana, kalau tidak ada hambatan,” pungkasnya.