Melanesiatimes.com, Masohi Kabupaten Maluku Tengah – Kegiatan diskusi yang digagas Marinyo Pamahanunusa Club (MPC) di Masohi baru-baru ini sukses menyita perhatian publik setelah banyak tokoh masyarakat dan pemuda yang hadir langsung di lokasi memberikan ide dan gagasan yang bersifat konstruktif untuk perbaikan Kabupaten Maluku Tengah ke depannya.
Tak heran berbagai usulan lahir dalam forum diskusi termasuk desakan agar dibentuknya parlemen jalanan dalam megawal pembangunan di daerah yang bertajuk Pamahanunusa.
Menanggapi situasi tersebut, akademisi Yuslan Idris yang juga merupakan penggagas lahirnya forum diskusi MPC malam itu mengatakan wajar saja jika publik bereaksi demikian.
Sebab, kata dia “banyak hal di negeri ini yang belum berjalan sesuai dengan cita-cita Malteng Bangkit yang digaungkan,” ujar Yuslan saat dihubungi sabtu, (11/04/2026).
Yuslan juga menilai belum adanya kebijakan perombakan birokrasi ditengarai merupakan salah satu penyebab lambatnya pembangunan di Maluku Tengah.
“banyak sektor yang harus diperbaiki secepatnya. Salah satunya tentu dengan melakukan perombakan birokrasi secara besar-besaran,” ujar Yuslan.
Apalagi, lanjut Yuslan menyampaikan “LKPJ yang disampaikan oleh Bupati dihadapan paripurna DPRD Malteng jelas menunjukkan kemajuan yang siknifikan. Namun ini soal data angka persentase, harusnya korelasi dengan fakta kehidupan masyarakat, baik soal penataan birokrasi, pelayanan pendidika, kesehatan hingga reformasi hukum, perlu ditinjau kembali.
Hal ini semata-mata agar angka kemajuan dan rialitas harus berjalan sesuai, bukan angka persentasinya bagus tapi rakyat Malteng ada berteriak susah,” tegasnya
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Film Anak Sorong Aurora🖤
Sebelumnya, Focus Group Discussion (FGD) Marinyo Pamahanunusa Club yang dilaksanakan pada kamis malam tanggal 9 April 2026 di Masohi itu semula dijadwalkan akan dihadiri sejumlah tokoh penting di Maluku Tengah termasuk dari unsur Pemerintah Daerah yakni Bupati, Wakil Bupati, Sekda, dan beberapa pimpinan OPD.
Namun sampai dengan kegiatan berjalan, Narasumber yang bersedia hadir hanyalah Ketua Komisi IV DPRD Malteng Dr. Musriadin Labahawa, Pemerhati Demokrasi Bob Rahmat, Ketua LSM Pukat Seram Fahri, dan Akademisi Universitas Djar Wattiheluw Dr. L. Nahuway S.Sos.
Walau demikian kegiatan tetap berjalan dinamis, bernuansa intelektual, dan punya kesan demokrasi yang kuat dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
Dari sisi peserta, beberapa tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, akademisi, para pimpinan dan kader OKP di Malteng, jurnalis, organisasi paguyuban, dan organisasi keagamaan.
Diskusi banyak terfokus pada evaluasi kinerja pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Ozan-Mario selama 1 tahun berjalan diantaranya pertumbuhan ekonomi, inflasi, aspek tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, reformasi hukum, APBD, dan lainnya.
Satu yang menarik yakni usulan dibentuknya parlemen jalanan untuk mengawal agenda pembangunan daerah jika para legislator dan birokrat tak lagi mampu menjalankan amanah rakyat.
Kegiatan pun ditutup pada pukul 01.00 WIT sembari moderator menginformasikan bahwa akan dilanjutkan dengan topik menarik lainnya pada edisi selanjutnya. (HUAT)