Melanesiatimes.com, Kota Sorong -Turnamen catur Gajah Mada Perkasa Cup resmi dibuka dengan menghadirkan semangat kompetisi dan pembinaan atlet muda di Kota Sorong. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam mengembangkan olahraga catur di Papua Barat Daya.
Ajang tersebut memperebutkan piala serta uang pembinaan dengan total sebesar Rp2.850.000. Hadiah ini diharapkan dapat memotivasi para peserta untuk tampil maksimal dalam setiap pertandingan.
Turnamen ini merupakan inisiatif dari pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Sorong. Langkah ini diambil sebagai bagian dari program pembinaan berkelanjutan bagi para pecatur lokal.
Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengasah kemampuan para peserta. Para pecatur muda diberikan ruang untuk menguji strategi, konsentrasi, dan ketahanan mental mereka.
Percasi Kota Sorong juga menargetkan munculnya bibit-bibit unggul dari turnamen ini. Para peserta yang menunjukkan potensi akan dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Film Anak Sorong Aurora🖤
Pembukaan turnamen berlangsung di area Pasar Sentral Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Minggu (12/4/2026). Lokasi ini dipilih karena strategis dan mudah dijangkau masyarakat.
Dengan digelarnya di ruang publik, masyarakat dapat menyaksikan langsung jalannya pertandingan. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga catur.
Suasana pertandingan terlihat penuh antusiasme dari para peserta maupun penonton. Setiap langkah bidak yang dimainkan menjadi perhatian serius para pecatur.
Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar pecatur di Kota Sorong. Interaksi yang terjalin diharapkan dapat memperkuat komunitas catur di daerah.
Melalui turnamen Gajah Mada Perkasa Cup ini, Percasi Kota Sorong berharap dapat melahirkan atlet catur yang mampu bersaing di tingkat regional hingga nasional. Selain itu, turnamen ini juga menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan minat mereka.