Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Pemerintah Kota Sorong secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 531 pegawai honorer dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Serta pengambilan sumpah dan jabatan oleh 531 pegawai di lingkup Kota Sorong.
Penyerahan SK dan Pengambilan sumpah dan jabatan ini berlangsung di gedung Lambert Jitmau Kota Sorong pada (27/01/2026)
Penyerahan SK ini mendapat apresiasi langsung dari Kepala Kantor Regional XIV BKN Manokwari, Basuki Ari Wicaksono, S.H., M.M., yang menilai komitmen Pemkot Sorong sebagai langkah luar biasa di tengah kondisi keuangan negara yang sedang tidak stabil.
“Kami dari BKN juga sangat berterima kasih kepada Pak Wali di tengah kondisi keuangan negara yang tidak sedang dalam baik-baik saja ini. Pak Wali beserta jajaran berkomitmen untuk menyelesaikan dan mengangkat teman-teman ini menjadi aparatur sipil negara,” ujar Basuki dalam sambutannya
Basuki mengungkapkan, masih terdapat sejumlah daerah di Papua Barat dan Papua Barat Daya yang hingga kini belum menyelesaikan formasi 2021, bahkan masih terkendala dalam penganggaran gaji. Karena itu, pihaknya memutuskan singgah di Sorong sepulang dari Jakarta sebagai bentuk dukungan terhadap komitmen Pemerintah Kota Sorong.
“Di beberapa daerah sampai sekarang masih belum menyelesaikan terkait formasi 2021 dan ada juga yang masih terkendala terkait penganggaran gaji. Ini merupakan komitmen yang luar biasa dari Pak Wali beserta jajaran,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Basuki juga menegaskan bahwa para penerima SK kini resmi berstatus aparatur sipil negara dan wajib tunduk pada seluruh regulasi yang berlaku. Ia mengingatkan CPNS masih berada dalam masa percobaan sebelum diangkat penuh menjadi PNS.
“Sekarang statusnya adalah aparatur sipil negara, di mana kita semua harus tunduk pada regulasi yang ada. CPNS ini masih tahap percobaan selama satu tahun. Kalau bisa membuktikan kinerja, disiplin, dan kesehatan, bisa diangkat menjadi PNS. Tapi perlu diingat, tidak seratus persen,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya disiplin dan etika sebagai ASN, terutama di era keterbukaan informasi.
“Sekarang sudah tidak perlu lapor-lapor ke Satpol PP atau ke Inspektorat. Sekarang cukup direkam dan diviralkan. Ini yang akan sangat berbahaya bagi karier teman-teman semua ke depan,” ujarnya mengingatkan.
Basuki optimistis para ASN muda yang baru menerima SK kelak akan menjadi pemimpin di lingkungan Pemerintah Kota Sorong.
“Lima belas sampai dua puluh tahun lagi yang menjadi kepala UPT adalah teman-teman semua. Tapi harus bisa menunjukkan kinerja, disiplin, dan inovasi bagi Kota Sorong,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, S.H., MPA, menegaskan bahwa penyerahan SK ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah untuk menepati janji kepada para pegawai honorer dan PPPK.
“Pada waktu itu saya berjanji bahwa bulan Januari Anda menerima SK. Dan tepat hari ini juga adalah masa-masa Anda menerima. Berarti Pak Wali tidak tipu toh? Bicara harus dilaksanakan, jangan janji-janji kosong. Kita harus komitmen,” ujar Septinus saat memberikan sambutan.
Ia mengingatkan seluruh ASN yang baru diangkat agar fokus bekerja dan melayani masyarakat dengan penuh tanggung jawab.
“Saya minta kita harus punya komitmen untuk melayani masyarakat. Jangan tampilkan badan bagus atau cantik, tapi tampilkan kerjamu. Tampilkan etos kerjamu,” tegasnya.
Septinus juga berbagi pengalaman pribadinya sebagai mantan ASN yang telah mengabdi selama lebih dari dua dekade, serta mengingatkan para pegawai agar bijak mengelola penghasilan dan tidak terjebak gaya hidup yang dapat mengganggu kinerja.
“Jangan sampai menggadaikan dirimu. Gaji kita tidak banyak. Hari ini Anda sudah pegawai, sudah di zona aman. Tapi tantangan ke depan sangat berat,” katanya.
Wali Kota Sorong mengajak seluruh ASN baru untuk terus belajar, disiplin, dan mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin masa depan.
“Kepala dinas ini juga dulu jadi staf. Dari CPNS, eselon III, eselon II, baru jadi kepala dinas. Jadi tunjukkan bahwa Anda layak memimpin. Terus mengabdi buat bangsa dan negara, buat Pemerintah Kota Sorong,” tutupnya.