WAISAI, MELANESIATIMES.COM — Ketua DPRK Raja Ampat, Moh Taufik Sarasa, S.T, mendesak Bupati Kabupaten Raja Ampat segera mengeluarkan imbauan pembelajaran secara daring menyusul ancaman kabut asap Karhutla dan prediksi kualitas udara yang berpotensi memburuk.
Permintaan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi peserta didik dan tenaga pendidik apabila kondisi udara tidak memungkinkan pembelajaran tatap muka berlangsung dengan aman.
Berdasarkan pemantauan Stasiun Pemantau Atmosfer Global (PAG) Sorong pada 6 Oktober 2026 pukul 11.00 WIT, konsentrasi PM2.5 tercatat 58,75 µg/m³ dengan ISPU 104, yang masuk kategori Tidak Sehat.
Kondisi itu diperkuat informasi Fire Weather Index (FWI) BMKG pada 5 Oktober 2026 yang menunjukkan sejumlah wilayah di Papua Barat Daya memiliki tingkat intensitas api kategori Tinggi hingga Sangat Tinggi.
Sementara prediksi kualitas udara 9–11 Oktober 2026 menunjukkan Raja Ampat berada pada kategori Sedang pada 9 dan 10 Oktober, namun diprediksi meningkat menjadi Tidak Sehat pada 11 Oktober dengan konsentrasi PM2.5 55,5–150,4 µg/m³.
1 / 1
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
“Keselamatan dan kesehatan anak-anak kita harus menjadi pertimbangan utama. Kalau kondisi udara belum memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka, Bupati perlu mengambil langkah antisipasi dengan mengeluarkan imbauan pembelajaran secara daring,” tegas Taufik.
Ia meminta skema tersebut disiapkan untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai PAUD/TK, SD, SMP, SMA/SMK sederajat hingga perguruan tinggi, dengan menyesuaikan perkembangan kualitas udara.
Taufik menegaskan pembelajaran daring bukan berarti menghentikan proses pendidikan, melainkan bentuk penyesuaian selama kondisi lingkungan belum aman.
“Pembelajaran tetap berjalan, tetapi metode pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi. Jangan menunggu sampai kondisi benar-benar parah. Pemerintah harus hadir lebih dulu untuk melindungi anak-anak dan masyarakat,” pungkasnya.