Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sorong melakukan kunjungan kerja ke Pasar Remu serta sejumlah supermarket di Kota Sorong guna memastikan ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) serta kestabilan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRK Kota Sorong, Muhammad Rum Rumonin bersama anggota komisi pada Rabu (11/3/2026).
Ketua bersama rombongan terlebih dahulu meninjau sejumlah toko sembako di Pasar Remu, termasuk Toko Bone Indah.
Muhammad Rum Rumonin mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan DPRK terhadap kondisi pasar sekaligus merespons kekhawatiran masyarakat terkait potensi kenaikan harga maupun kelangkaan sembako menjelang hari besar keagamaan.
“Hari ini kami dari Komisi II DPRK Kota Sorong melakukan kunjungan ke sejumlah toko sembako di Pasar Remu, salah satunya Toko Bone Indah dan beberapa toko lainnya untuk memastikan langsung kondisi stok dan harga bahan pokok,” ujarnya.
Setelah meninjau pasar tradisional, rombongan Komisi II DPRK Kota Sorong melanjutkan kunjungan kerja ke beberapa pusat perbelanjaan modern di Kota Sorong, di antaranya Saga, Ramayana, Paragon, dan Gota.
Kunker DPRK Sorong ke Pasar Remu dan Supermarket, Pastikan Stok Sembako Aman Jelang Idul Fitri 1447H
Dari hasil pemantauan dan dialog langsung dengan pihak pengelola toko maupun supermarket, DPRK memastikan bahwa ketersediaan sembako masih dalam kondisi aman hingga jelang Idul Fitri.
“Dari hasil kunjungan dan setelah kami bertanya langsung kepada pihak toko, stok sembilan bahan pokok seperti daging, beras, gula dan kebutuhan lainnya masih tersedia hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 H nanti,” kata Rum Rumonin.
Ia menambahkan, berdasarkan pantauan di lapangan, harga sejumlah komoditas pokok di Kota Sorong saat ini juga masih relatif stabil.
“Hasil kunjungan yang kami lakukan menunjukkan bahwa stok sembako masih tersedia hingga Lebaran dan harga juga masih stabil. Selama stok tetap tersedia, harga biasanya tidak mengalami kenaikan signifikan,” jelasnya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa harga pasar dapat berubah apabila terjadi keterbatasan pasokan di tingkat distributor maupun pedagang.
“Apabila stok tidak mencukupi, tentu akan berpengaruh pada harga di pasar,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah pengelola supermarket juga menyampaikan kendala terkait keterbatasan kapasitas kontainer untuk distribusi barang ke Kota Sorong. Mereka berharap adanya penambahan kapasitas kontainer agar proses pengiriman barang, khususnya sembako, dapat berjalan lebih cepat dan lancar.
“Kami juga menerima masukan dari beberapa supermarket yang mengeluhkan kapasitas kontainer yang kurang memadai. Mereka berharap kapasitasnya bisa ditambah agar pendistribusian sembako dan kebutuhan lainnya dapat berjalan lebih lancar,” pungkas Rum Rumonin.