WAISAI, MELANESIATIMES.COM — Di tengah kepungan asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih menjadi persoalan serius di Raja Ampat, kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan.
Karang Taruna, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dan Barisan Merah Putih (BMP) Raja Ampat turun langsung ke jalan membagikan masker gratis kepada masyarakat di depan Satuan Lalu Lintas (Lantas) Waisai, Rabu (7/10/2026).
Aksi sosial tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Karang Taruna Raja Ampat, Adil A. Nanuru, bersama Ketua GAMKI Raja Ampat, Khores Kelelufna, serta BMP Raja Ampat yang diwakili Wakil Ketua Kundrat Kaisepo.
Para pimpinan organisasi tersebut bahkan turun langsung mengawal pembagian masker kepada pengendara dan masyarakat yang melintas di kawasan Lantas Waisai.
Gerakan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang kini harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak asap Karhutla.
Ketua Karang Taruna Raja Ampat Adil A. Nanuru menegaskan, pembagian masker bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk kepedulian langsung terhadap masyarakat.
Menurut mereka, Karhutla tidak boleh dipandang hanya sebagai persoalan kebakaran hutan dan lahan. Ketika asap mulai mengganggu ruang aktivitas masyarakat, dampaknya telah menjadi persoalan bersama.
Karang Taruna, GAMKI dan BMP juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, terutama dengan tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran.
1 / 1
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
“Mari kita jaga Raja Ampat bersama. Jangan membakar sembarangan. Jangan sampai karena kelalaian, dampaknya justru dirasakan oleh masyarakat luas,” kata Ketua Karang Taruna.
Sementara itu, Ketua GAMKI Raja Ampat, Khores Kelelufna, turut berada di lapangan bersama para anggota untuk memastikan aksi sosial tersebut berjalan dan masyarakat mendapatkan masker.
Keterlibatan Ketiga Organisasi ini merupakan bentuk kepedulian pemuda terhadap kondisi sosial masyarakat di tengah ancaman Karhutla.
Hal senada ditunjukkan Wakil Ketua BMP Raja Ampat, Kundrat Kaisepo, yang hadir mewakili Ketua BMP dalam aksi tersebut.
Ketiga organisasi menilai persoalan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, bukan hanya pemerintah dan aparat.
Karang Taruna, GAMKI dan BMP ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi penonton ketika asap menyelimuti wilayah mereka.
Aksi di depan Lantas Waisai itu sekaligus menjadi pesan bahwa penanganan Karhutla harus berjalan beriringan antara penanggulangan kebakaran, pencegahan, perlindungan masyarakat dan kepedulian sosial.
Ketika asap menyelimuti Waisai, mereka memilih turun ke jalan. Ketika masyarakat membutuhkan perlindungan, masker menjadi bentuk kecil dari solidaritas besar untuk Raja Ampat.