Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Polresta Sorong Kota menggelar apel pasukan dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Apel siaga tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol Amry Siahaan bersama Wakil Wali Kota Sorong Hi. Anshar Karim di halaman Apel Polresta Sorong Kota pada Kamis (12/3/2026).
Dalam apel tersebut, Wakil Wali Kota Sorong Hi. Anshar Karim membacakan amanat Kapolri yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh unsur pengamanan dalam menghadapi momentum Hari Raya Idul Fitri, termasuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan serta dinamika global yang turut menjadi perhatian.
Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol Amry Siahaan menjelaskan bahwa dalam Operasi Ketupat tahun ini, pihaknya menurunkan sekitar 200 personel untuk melakukan pengamanan di berbagai titik strategis di Kota Sorong.
“Kami melibatkan sekitar 200 personel yang akan ditempatkan pada enam pos pengamanan, yakni dua pos pengamanan, dua pos pelayanan, dan dua pos terpadu yang tersebar di titik-titik keramaian masyarakat,” ujar Amry Siahaan.
Ia menjelaskan, pos pelayanan disiapkan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang baru tiba di Kota Sorong dari luar daerah dan membutuhkan tempat beristirahat.
“Pos pelayanan juga dapat dimanfaatkan masyarakat yang merasa kelelahan setelah perjalanan jauh. Silakan beristirahat di sana sebelum melanjutkan aktivitas,” jelasnya.
Selain itu, pihak kepolisian juga akan meningkatkan patroli keamanan, terutama di kawasan permukiman yang ditinggalkan pemiliknya saat mudik Lebaran. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya tindak kriminal seperti pencurian.
“Karena banyak masyarakat yang meninggalkan Kota Sorong untuk mudik, kami akan melakukan patroli rutin ke rumah-rumah maupun kompleks yang ditinggalkan guna menghindari potensi tindak kejahatan,” tegasnya.
Kapolresta menambahkan bahwa secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Sorong masih dalam kondisi terkendali. Namun demikian, patroli tetap akan difokuskan pada sejumlah wilayah yang dinilai rawan.
“Untuk titik-titik kerawanan tetap kami pantau, seperti di wilayah Rufei dan kawasan Kasuari Modern. Pengawasan dilakukan melalui patroli rutin maupun pemanfaatan peran Bhabinkamtibmas di lapangan,” ungkapnya.
Operasi Ketupat sendiri akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan fokus pada pengamanan arus mudik, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, hingga lokasi keramaian masyarakat selama perayaan Idul Fitri.
Terkait potensi konflik sosial di tengah masyarakat, Kapolresta menegaskan bahwa pihaknya akan mengedepankan pendekatan persuasif dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Jika terjadi potensi konflik sosial, kami selalu mengedepankan pendekatan dialogis. Kami juga merangkul tokoh masyarakat, kepala suku, dan tokoh pemuda agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” ujarnya.