Melanesiatimes.com, Kota Sorong PBD — Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Papua Barat Daya menggelar kegiatan silaturahmi bersama insan media di Rilych Panorama Hotel, Kota Sorong, pada Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan insan pers dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kegiatan tersebut dihadiri Dirintelkam Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol. Satria Adrie Vibrianto, S.I.K., M.H., bersama sejumlah wartawan dari berbagai media yang bertugas di wilayah Papua Barat Daya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, dilakukan penyerahan rompi pers kepada perwakilan wartawan. Sebaliknya, perwakilan wartawan Papua Barat Daya, Chandry Suripatty, menyerahkan noken kepada Dirintelkam sebagai simbol kebersamaan dan penghormatan terhadap kearifan lokal Papua.
Dalam sambutannya, Kombes Pol. Satria Adrie Vibrianto menyampaikan bahwa dirinya bukan orang baru di Papua. Ia mengaku pernah bertugas di wilayah tersebut selama enam tahun, yakni sejak 2000 hingga 2006.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam dunia komunikasi dan penyebaran informasi. Jika sebelumnya masyarakat lebih banyak mengandalkan media cetak dan elektronik, kini media daring atau online turut menjadi bagian penting dalam penyampaian informasi kepada publik.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi digital memberikan peluang sekaligus tantangan bagi kepolisian dan insan pers. Arus informasi yang semakin cepat dan masif harus diimbangi dengan tanggung jawab dalam menyampaikan berita yang benar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
1 / 1
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
“Ini namanya era post-truth, di mana kadangkala yang benar bukan lagi yang dipercaya. Karena itu, kebenaran harus kita biasakan,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.
Dirintelkam juga mengingatkan pentingnya melakukan verifikasi sebelum menyebarkan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, informasi yang tidak diperiksa terlebih dahulu berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan berdampak negatif terhadap situasi keamanan.
Ia menegaskan bahwa kepolisian dan insan media merupakan mitra yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya memiliki peran masing-masing, tetapi mempunyai tujuan yang sama, yakni menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, tertib, dan kondusif.
Kepolisian, lanjutnya, memiliki tanggung jawab menjaga keamanan, sedangkan insan pers berperan menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui karya jurnalistik yang profesional, berimbang, dan berdasarkan fakta.
Penyerahan Rompi Pers oleh Dirintelkam kepada Insan Pers serta Pemberian Noken oleh Insan Pers kepada Dirintelkam Polda PBD, Kombes Pol Satria Adrie Vibrianto, S.I.K., M.H
Oleh karena itu, ia berharap hubungan kemitraan antara kepolisian dan media tidak hanya terjalin dalam kegiatan silaturahmi, tetapi juga terus dipelihara melalui komunikasi dan koordinasi secara berkelanjutan.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi, digitalisasi, serta dinamika situasi sosial. Kondisi tersebut menuntut semua pihak untuk lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat dan insan pers dalam memberikan edukasi publik melalui informasi yang akurat dan valid. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami perkembangan situasi secara utuh tanpa mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Melalui kegiatan silaturahmi tersebut, diharapkan hubungan baik antara Ditintelkam Polda Papua Barat Daya dan insan media semakin kuat, sekaligus mendorong terciptanya penyampaian informasi yang mencerdaskan masyarakat serta mendukung terpeliharanya keamanan dan ketertiban di wilayah Papua Barat Daya.