Melanesiatimes.com, 𝐉𝐚𝐤𝐚𝐫𝐭𝐚 – Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, menjadi salah satu dari 25 kepala daerah terpilih yang mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan II Tahun 2025. Program hasil kerja sama antara Kementerian Dalam Negeri, Lemhannas RI, dan National University of Singapore (NUS) ini berlangsung sejak 5 hingga 19 November 2025.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan kepala daerah agar memiliki wawasan kebangsaan, kemampuan manajerial, serta karakter kenegarawanan yang kuat.
Selama program berlangsung, peserta mengikuti pembelajaran di Lemhannas RI, dilanjutkan pelatihan selama tiga hari di NUS Singapura, dan akan menuntaskan sesi akhir di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri di Jakarta.
Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, menjelaskan, para peserta dipilih melalui seleksi ketat oleh Kementerian Dalam Negeri.
“Kursus ini merupakan bagian dari peningkatan kapasitas kepemimpinan agar kepala daerah memiliki pemahaman yang utuh, holistik, dan integral terkait empat konsensus kebangsaan, wawasan nusantara, kepemimpinan, dan komunikasi,” jelas Gubernur Lemhanas RI.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, menuturkan, sebagian besar peserta merupakan kepala daerah baru, yang belum memiliki pengalaman memimpin pemerintahan.
“Dari seluruh peserta, 73 persen di antaranya merupakan kepala daerah baru. Melalui pendidikan ini, kenegarawanan dan nasionalisme, mereka diharapkan makin kuat serta mampu mempengaruhi masyarakat yang mereka pimpin,” ujar Mendagri.
Di waktu terpisah, Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, S.H., MPA., mengungkapkan, kehadirannya dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan di tingkat daerah, sehingga para kepala daerah termasuk dirinya, tidak hanya memahami aspek teknis pemerintahan, tetapi juga memiliki visi kebangsaan dan kemampuan strategis dalam memimpin pembangunan di wilayahnya.
“Melalui KPPD ini, saya memperoleh banyak perspektif baru tentang tata kelola pemerintahan yang efektif dan berorientasi kebangsaan. Pengalaman belajar di Lemhannas dan NUS menjadi bekal penting untuk memperkuat kepemimpinan saya, dalam mendorong pembangunan yang berkarakter dan berkelanjutan di Kota Sorong,” ungkap Wali Kota Sorong. (𝑫𝒊𝒔𝒌𝒐𝒎𝒊𝒏𝒇𝒐 𝑲𝒐𝒕𝒂 𝑺𝒐𝒓𝒐𝒏𝒈)