Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Pemerintah Kota Sorong mendorong percepatan transformasi sektor kesehatan melalui audiensi dengan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, S.H., MPA, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Windesi, S.K.M., M.A.P., serta Kepala Bappeda Kota Sorong, Saul E. Solossa, S.Sos.
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Sorong untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan serta pemerataan akses layanan bagi masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Sorong menyampaikan tiga program prioritas yang diharapkan dapat mendukung penguatan sistem pelayanan kesehatan di daerah. Ketiga program itu meliputi pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), peningkatan status Puskesmas Dum menjadi puskesmas rawat inap, serta pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kota Sorong.
Pembangunan Labkesmas dinilai penting untuk memperkuat kemampuan daerah dalam melakukan surveilans kesehatan, deteksi dini, serta pengendalian penyakit. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang upaya pencegahan dan penanganan berbagai persoalan kesehatan masyarakat secara lebih optimal.
Sementara itu, rencana peningkatan status Puskesmas Dum menjadi puskesmas rawat inap diarahkan untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis tanpa harus selalu mengakses rumah sakit.
1 / 1
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
Dengan peningkatan fasilitas dan kapasitas pelayanan, masyarakat diharapkan dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih komprehensif, cepat, dan terjangkau sesuai kebutuhan.
Selain kedua program tersebut, pembangunan RSIA Kota Sorong juga menjadi salah satu agenda yang disampaikan dalam audiensi. Fasilitas ini direncanakan untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak, termasuk pelayanan maternal dan neonatal.
Pembangunan RSIA diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan bagi ibu hamil, ibu melahirkan, bayi, serta anak-anak. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan keluarga di Kota Sorong.
Melalui audiensi ini, Pemerintah Kota Sorong mendorong terbangunnya sinergi dengan Kementerian Kesehatan RI agar berbagai program prioritas tersebut dapat memperoleh dukungan sesuai kebijakan dan mekanisme yang berlaku.
Pemkot Sorong berharap penguatan infrastruktur dan fasilitas kesehatan dapat menjadi fondasi bagi peningkatan mutu pelayanan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang memadai.
Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Sorong untuk mewujudkan sistem pelayanan kesehatan yang semakin mandiri, merata, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.(***)