Melanesiatimes.com, Masohi Kabupaten Maluku Tengah – Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tengah terus melakukan berbagai cara perangi stunting. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Mario Lawalata saat memimpin rapat bersama para pimpinan OPD pada rabu, (21/01/2026).
Dikatakannya “hal ini (bahaya stunting) penting untuk disikapi sehingga kami sudah adakan beberapa kali pertemuan dan untuk sekarang kami rapat membahas hasil evaluasi tahun 2025 dan persiapan untuk tahun 2026 nanti,” singkat Lawalata.
Karena banyaknya laporan dari masing-masing OPD tadi (saat berlangsungnya rapat di lantai III Kantor Bupati), lanjut Lawalata menyampaikan “sehingga kami juga akan lakukan survei serta tindak lanjut sebelum tanggal 31 Januari nanti,” ujarnya.
Kepada sejumlah wartawan di lokasi kegiatan, Lawalata yang ditanyai seputar kendala yang dihadapi dalam upaya mencegah stunting menjelaskan
“paling tidak kita punya beberapa kendala diantaranya aplikasi baru yang kita gunakan masih harus disosialisasikan sehingga dipahami oleh para tenaga operator yang perlu pendampingan lagi,” jelas Lawalata.
Selain itu, terkait angka pertumbuhan stunting sendiri di Maluku Tengah, kata ia menambahkan “memang hasil resminya belum keluar, namun kalau dilihat berdasarkan hasil PPGBM yang sudah ada yakni terjadi penurunan dari tahun sebelumnya,” kata Lawalata.
“misalnya di tahun 2024-2025 yang sebelumnya 4,11% bisa turun hingga mencapai angka 4,8%,” ungkap Lawalata.
“walaupun angka ini dirasa belum cukup berdampak signifikan, namun perlu dijadikan patokan sehingga perang melawan bahaya stunting ini bisa terus dilakukan demi menjaga generasi Maluku Tengah tumbuh sehat,” tegasnya.
Lawalata di kesempatan tersebut juga mengingatkan bahwa pencegahan stunting bukan melulu soal angkanya saja.
Melainkan, kata ia “pemenuhan gizi bagi generasi ini perlu dijaga, apalagi mereka yang baru lahir, berusia 1 tahun, dan sebagainya, perlu kita perhatikan gizinya, kita jaga kesehatan mereka, agar terhindar dari bahaya stunting,” kata Lawalata menyampaikan.
Oleh karena itu, walau dengan anggaran yang terbatas, Lawalata berharap tidak menjadi batu sandungan mengoptimalkan peran seluruh pihak dalam mencegah stunting di Maluku Tengah.
Menurutnya, “di tahun sebelumnya juga kita mampu buktikan itu. Bahwa dengan kondisi keuangan yang terbatas sekalipun, angka stunting di Maluku Tengah bisa menurun. Jadi terus bekerja untuk generasi kita yang sehat,” ajak Lawalata sembari menutup pembicaraan. (HUAT)