Melanesiatimes.com, Yogyakarta – Kota Sorong diproyeksikan segera memiliki Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) sendiri guna mendukung pengujian berbagai program kesehatan nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta upaya pemberantasan tuberkulosis (TBC).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menargetkan pembangunan Labkesmas di Kota Sorong mulai Mei 2026 sebagai bagian dari pemerataan layanan laboratorium kesehatan di seluruh provinsi.
Target tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, usai penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kota Sorong dan Balai Besar Labkesmas Yogyakarta yang berlangsung di Yogyakarta, pad Kamis, (29/01/2026).
Dalam kesempatan itu, Wamenkes menegaskan bahwa ketersediaan laboratorium kesehatan masyarakat merupakan elemen penting dalam strategi nasional penguatan layanan kesehatan, khususnya dalam pengendalian TBC dan peningkatan sanitasi lingkungan berbasis daerah.
“Laboratorium kesehatan menjadi tulang punggung dalam pengujian, deteksi dini, dan pengawasan kualitas lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Sorong, H. Anshar Karim, A.Md, mengungkapkan bahwa hingga saat ini Kota Sorong belum memiliki Laboratorium Kesehatan Masyarakat yang memadai. Kondisi tersebut menyebabkan berbagai pengujian, termasuk sampel program MBG, masih harus dikirim ke luar daerah seperti Makassar dan Ambon.
“Hal ini tentu berdampak pada lamanya waktu pengujian serta tingginya biaya operasional. Karena itu, kehadiran Labkesmas di Sorong menjadi kebutuhan mendesak bagi daerah kami,” kata Anshar Karim.
Ia menambahkan, kerja sama dengan Balai Besar Labkesmas Yogyakarta menjadi langkah awal yang strategis dalam transfer pengetahuan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia daerah. “Kerja sama ini membuka peluang peningkatan kemampuan daerah, termasuk dalam pengolahan air bersih dan pengawasan kualitas lingkungan yang selama ini belum tersedia secara optimal di Kota Sorong,” ungkapnya.
Sementara itu, Wamenkes Benjamin kembali menekankan bahwa pembangunan Labkesmas di setiap provinsi merupakan bagian dari kebijakan nasional Kementerian Kesehatan dalam menekan angka TBC di Indonesia. Selain pembangunan infrastruktur, ia juga menyoroti pentingnya peran kepala daerah dalam menjaga sanitasi dan kualitas lingkungan.
“Kesadaran dan komitmen pemerintah daerah terhadap sanitasi lingkungan menjadi faktor kunci dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik,” tegas Benjamin.
Dengan rencana pembangunan Labkesmas ini, Kota Sorong diharapkan mampu meningkatkan kemandirian layanan kesehatan, mempercepat proses pengujian laboratorium, serta memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit di wilayah Papua Barat Daya.