Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Ketua Panitia Pelantikan dan Forum Bisnis BPD Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Papua Barat Daya, Alfaris Yasir, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pembangunan ekonomi di Provinsi Papua Barat Daya sebagai provinsi termuda di Indonesia.
Alfaris menyampaikan bahwa Papua Barat Daya yang merupakan provinsi ke-38 membutuhkan keseriusan semua pihak dalam membangun berbagai sektor strategis, khususnya sektor ekonomi dan infrastruktur. Menurutnya, keterlibatan aktif dunia usaha menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan daerah.
“Pada prinsipnya, karena Provinsi Papua Barat Daya ini adalah provinsi yang paling muda di Indonesia tentu membutuhkan keseriusan di dalam pembangunan di berbagai sektor, baik sektor ekonomi maupun sektor infrastruktur,” ujar Alfaris. Usai melakukan pelantikan di Aston Hotel pada Senin (02/02/2026).
Ia menjelaskan, HIPKA Papua Barat Daya memfokuskan perannya pada upaya membangun kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya serta para pemangku kepentingan terkait. Dalam forum bisnis tersebut, HIPKA menghadirkan sejumlah stakeholder strategis, di antaranya Bursa Efek Indonesia, Bank BTN, dan Bank Indonesia dan lain-lain.
“Fokus kita sebenarnya adalah bagaimana kolaborasi kita dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya serta stakeholder yang berkaitan, sehingga kita bisa terlibat langsung dalam pemberdayaan dan pembangunan UMKM,” katanya.
Menurut Alfaris, penguatan UMKM menjadi prioritas utama karena sektor ini memiliki peran besar dalam menopang dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan sinergi yang kuat, ia optimistis UMKM di Papua Barat Daya dapat berkembang secara berkelanjutan.
Momentum pelantikan dan forum bisnis BPD HIPKA Papua Barat Daya periode 2026–2031, lanjut Alfaris, tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi langkah awal sekaligus komitmen nyata organisasi dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
“Ini bukan sekadar momentum seremonial, tetapi bentuk awal dan komitmen kita untuk memulai, dan hal ini tidak boleh putus sampai di sini,” tegasnya.
Ia juga mendorong seluruh pengurus dan anggota HIPKA Papua Barat Daya agar aktif mengembangkan usaha masing-masing, baik yang telah berjalan maupun yang baru akan dirintis, di berbagai sektor seperti UMKM, jasa, dan sektor usaha lainnya.
“Yang sudah usaha harus mengembangkan usahanya, yang belum harus segera mulai usahanya, terserah di sektor apa pun, baik UMKM, jasa, maupun sektor lainnya,” ucap Alfaris.
Ke depan, Alfaris berharap adanya kesadaran kolektif dari seluruh anggota dan pengurus HIPKA Papua Barat Daya untuk terus merespons perkembangan dunia usaha berbasis lokal, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait.
“Ekonomi bisa berkembang dan pertumbuhan ekonomi bisa naik kalau kolaborasi kita dengan berbagai stakeholder dan pemerintah itu sendiri berjalan dengan baik,” tutupnya.