Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Organisasi sayap Gerakan Kristiani Indonesia Raya menggelar Seminar Nasional dan rangkaian Perayaan Natal Nasional. Giat ini berlangsung Ball Room Vega Prime Hotel Kota Sorong, Papua Barat Daya pada Jumat (16/01/2026).
Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat pusat dan daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pengurus Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira), sebagai wadah refleksi bersama mengenai keadilan sosial dan pembangunan Papua.
Salah satu tokoh nasional dan pengusaha sukses yang hadir adalah Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat masyarakat Papua Barat Daya. Ia mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Sorong merupakan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya beberapa kali berkunjung ke Jayapura, Manokwari, dan Merauke.
“Saya mau sampaikan bahwa ini adalah kunjungan ketiga saya ke Kota Sorong. Saya juga sudah berulang kali ke Jayapura, Manokwari, dan Merauke. Setiap saya datang, saya selalu mendengar jeritan rakyat yang menuntut keadilan sosial,” ujar Hasim dalam sambutannya.
Dalam pidatonya, Hashim menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto sangat menghayati tuntutan keadilan sosial yang disuarakan masyarakat di berbagai daerah, termasuk Papua. Ia menekankan bahwa persoalan ketimpangan bukan hanya terjadi di Papua, tetapi juga di wilayah lain di Indonesia.
Penyerahan Piagam Seminar Nasional Gekira
“Pak Prabowo betul-betul menghayati bahwa ada tuntutan untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Tuntutan ini bukan hanya di Papua, di Jawa juga ada, di Jakarta juga ada,” katanya.
Hasim juga menyinggung pentingnya Pancasila sebagai perekat bangsa di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya. Ia mengingatkan bahwa Indonesia hanya bisa berdiri kokoh karena nilai persatuan yang terkandung dalam Pancasila.
“Pancasila adalah pemersatu kita. Tanpa Pancasila tidak ada Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena Indonesia terdiri dari ratusan suku, berbagai agama, dan budaya yang sangat beragam,” tegasnya.
Selain itu, ia mengangkat isu representasi dan keadilan bagi berbagai kelompok masyarakat adat di Indonesia. Menurutnya, tuntutan keadilan tidak hanya datang dari Papua, tetapi juga dari masyarakat Dayak, Toraja, dan komunitas lain di Tanah Air.
“Di Kalimantan saya dengar rakyat Dayak juga minta perhatian. Mereka menuntut keadilan. Ini menunjukkan bahwa persoalan keadilan sosial adalah persoalan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Nasional dan Perayaan Natal Nasional Partai Gerindra yang juga Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tamu dari pusat dan berbagai daerah di Tanah Papua.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan masyarakat, kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Hasim. Kehadiran beliau di tengah kesibukan yang luar biasa merupakan suatu kehormatan bagi kami,” kata Elisa Kambu.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus pusat Partai Gerindra dan Gekira yang telah mempercayakan Papua Barat Daya sebagai tuan rumah pelaksanaan Natal Nasional dan Seminar Nasional.
“Kami bersyukur karena Provinsi Papua Barat Daya diberikan kepercayaan menjadi tuan rumah Natal Nasional Partai Gerindra dan seminar hari ini. Ini adalah berkat dan anugerah Tuhan bagi kami,” ucapnya.
Elisa Kambu menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tidak hanya berhenti pada seminar, tetapi akan dilanjutkan dengan perayaan Natal Nasional serta bakti sosial untuk masyarakat.
“Agenda pertama adalah seminar, yang kedua perayaan Natal yang akan kita laksanakan besok di Aimas, dan setelah itu akan dilanjutkan dengan bakti sosial Partai Gerindra untuk menyapa masyarakat Papua Barat Daya,” jelasnya.
Selain itu Ketua Umum Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira), Nikson Silalahi, dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran rombongan Gekira dari Jakarta merupakan bentuk kasih dan perhatian kepada Papua.
“Sebagai bukti rasa cinta kami kepada Papua, kami hadir sekitar 80 orang dari Jakarta, baik dari pimpinan pusat maupun daerah. Ini jarang terjadi, dan ini adalah wujud kesungguhan kami,” ungkap Nikson Silalahi.
Ia juga mengajak seluruh kepala daerah di Tanah Papua untuk merefleksikan kondisi Papua yang kaya sumber daya alam, namun masyarakatnya belum sepenuhnya sejahtera.
“Papua adalah pulau yang sangat terberkati. Tetapi dengan segala kekayaan itu, kita harus jujur mengatakan bahwa masyarakat Papua belum sejahtera. Ini masalah kita bersama,” katanya.
Menurut Nikson, kunci perubahan Papua terletak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
“Sumber daya alam bisa habis, tetapi kalau kita meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membangun kolaborasi dengan pemerintah pusat, Papua akan berubah,” tegasnya.
Ia juga menyebut kehadiran Hasim Djojohadikusumo sebagai bukti keseriusan pemerintah pusat memperhatikan Papua.
“Kehadiran Pak Hasim hari ini adalah bukti bahwa pemerintah pusat sungguh-sungguh hadir untuk Papua. Gekira dan Partai Gerindra siap menjembatani kolaborasi itu,” tutupnya.
Seminar Nasional dan rangkaian Natal Nasional Partai Gerindra ini diharapkan menjadi momen dalam memperkuat persatuan, memperdalam refleksi kebangsaan, serta mendorong lahirnya langkah-langkah konkret untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat Papua.
Usai Seminar Nasional Gekira, dilakukan penyerahan Kepada Hashim Djojohadikusumo dan tokoh Nasional dan juga presenter Seminar Nasional oleh Elisa Kambu dan Nikolas Silalahi.