Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sorong, khususnya Komisi IV, kembali melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Sabtu (31/01/2026).
Sidak ini dilakukan sebagai upaya menekan praktik penimbunan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang masih marak terjadi.
Dalam sidak tersebut, rombongan Komisi IV menyasar beberapa SPBU, di antaranya SPBU Kilometer 16, SPBU Kilometer 9, serta SPBU di Jalan Jenderal Ahmad Yani. Saat sidak berlangsung, sejumlah oknum warga yang diduga terlibat dalam jaringan mafia BBM bersubsidi terlihat melarikan diri dari lokasi.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Sorong, M. Saman Bugis, mengatakan bahwa pola pelanggaran yang ditemukan masih serupa dengan sidak sebelumnya. Menurutnya, praktik penimbunan BBM bersubsidi masih menjadi persoalan serius di wilayah Kota Sorong.
“Kami masifkan sidak di SPBU karena masih banyak dugaan mafia BBM bersubsidi di wilayah Kota Sorong. Ini hampir sama dengan temuan kami saat sidak di SPBU Kilometer 9 sebelumnya,” ujar M. Saman Bugis.
Ia menjelaskan, pada sidak kedua ini, rombongan Komisi IV bergerak dari SPBU Kilometer 16 menuju SPBU Kilometer 9. Namun, kehadiran tim DPRD justru membuat para oknum yang diduga terlibat langsung kabur meninggalkan lokasi.
“Mereka sudah tahu. Makanya saat kami turun di SPBU, mereka (oknum) malah kabur,” ungkapnya.
Komisi IV DPRD Kota Sorong menegaskan bahwa sidak akan terus dilakukan secara berkelanjutan hingga praktik mafia BBM bersubsidi benar-benar hilang, khususnya di wilayah Papua Barat Daya. Selain itu, DPRD juga berencana memanggil pihak SPBU yang dinilai masih membiarkan aktivitas ilegal tersebut.
“Sepanjang sidak tadi, kami akui masih banyak mafia BBM bersubsidi. Kami tidak akan diam dan pasti akan mengusut persoalan ini hingga ke akar-akarnya,” tegas M. Saman Bugis.
Terkait dugaan keterlibatan oknum polisi dalam BBM Subsidi ini, belum ada informasi resmi dari Polsek Sorong Timur. Media ini mencoba mengkonfirmasi kepada pihak Polsek Sorong Timur namun hingga berita ini di terbitkan belum ada klarifikasi dari pihak Polsek Sorong Timur.