Melanesiatimes.com, Masohi Maluku Tengah — Transformasi pendidikan di Kabupaten Maluku Tengah terus didorong, khususnya dalam meningkatkan pemanfaatan teknologi digital sebagai bagian dari proses pembelajaran di tingkat Sekolah Dasar (SD).
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Daerah Digitalisasi Pembelajaran Jenjang SD yang diselenggarakan Direktorat Sekolah Dasar di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Senin (21/9/2026).
Kegiatan yang diikuti 50 peserta dari sejumlah satuan pendidikan SD di lingkup Kabupaten Maluku Tengah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan metode pembelajaran berbasis teknologi di sekolah.
Salah satu panitia dari Tim Pelatihan Direktorat Sekolah Dasar, Nuril Farikha Fitri, mengatakan digitalisasi pembelajaran tidak boleh berhenti sebagai sebuah program, tetapi harus diwujudkan dalam praktik belajar mengajar di sekolah.
Menurutnya, melalui Bimtek tersebut, para guru tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai konsep pembelajaran digital, tetapi juga dibekali keterampilan melalui praktik penggunaan berbagai perangkat pendukung pembelajaran.
“Digitalisasi pembelajaran bukan sekadar program. Para guru dapat mengawal implementasi pembelajaran secara mendalam, termasuk praktik penggunaan papan interaktif digital yang sudah diberikan ke sekolah,” kata Fitri saat diwawancarai awak media usai pembukaan kegiatan.
Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi secara maksimal diharapkan dapat menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan. Di sisi lain, penggunaan perangkat digital juga diharapkan mampu mendorong peserta didik menjadi lebih aktif selama mengikuti proses belajar mengajar.
1 / 1
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
Fitri menegaskan, penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan kemampuan guru dalam mengembangkan kreativitas. Dengan demikian, perangkat digital yang tersedia tidak hanya digunakan sebagai fasilitas tambahan, tetapi dapat dimanfaatkan untuk menyusun dan menyampaikan materi pembelajaran yang lebih interaktif.
“Guru juga perlu mengembangkan kreativitas dalam proses pembelajaran, sehingga teknologi yang digunakan benar-benar memberikan manfaat bagi guru maupun peserta didik,” ujarnya.
Setelah mengikuti Bimtek, para peserta juga akan menjalani Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang telah disiapkan untuk masing-masing sekolah. RTL tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan.
“Ini tentu agar mereka dapat mengimplementasikan digitalisasi dengan baik di sekolah masing-masing,” tambah Fitri.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah, Arifin Ely, yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Husein Mukadar.
Selain itu, kegiatan juga menghadirkan narasumber dari Universitas Pattimura Ambon serta Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Maluku.
Melalui penguatan kapasitas guru tersebut, digitalisasi pembelajaran diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan Bimtek, tetapi dapat diterapkan secara nyata dan berkelanjutan sebagai bagian dari proses pembelajaran yang inovatif, interaktif, kreatif, serta sesuai dengan kebutuhan peserta didik di Kabupaten Maluku Tengah. (HUAT)