Melanesiatimes.com, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya — Penyandang disabilitas Yayasan Bingkai Cerita Rakyat Sorong menerima bantuan paket sembako dalam rangkaian acara Natal Nasional Partai Gerindra, diselenggarakan oleh Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira) yang berlangsung di gedung ACC Aimas pada Sabtu (18/01/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Sujono Djojohadikusumo usai Ibadah Natal.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari komunitas disabilitas, khususnya yang selama ini mendampingi Yayasan Bingkai Cerita Rakyat. Zusana Tutuhatunewa, juru bahasa isyarat yayasan tersebut, mengatakan kehadiran langsung Menteri memberikan kebahagiaan tersendiri bagi teman-teman disabilitas.
“Teman-teman disabilitas tentunya sangat senang dan bahagia sekali karena Bapak Menteri bisa datang sendiri dan secara langsung untuk memberikan perhatian kepada teman-teman disabilitas. Jadi tentunya mereka sangat senang,” ujar Zusana.
Ia mengapresiasi dan berterima kasih khususnya kepada Partai Gerindra yang telah melaksanakan Natal tingkat Nasional di kabupaten Sorong Papua Barat Daya melalui Yayasan Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira).
Dengan momentum seperti ini banyak masyarakat yang menjadi perhatian oleh pemerintah maupun partai Gerindra terkhusus kepada warga penyendang disabilitas. Semoga bantuan yang di berikan bermanfaat dan membuka senyum di wajah mereka.
Zusana menjelaskan, Yayasan Bingkai Cerita Rakyat saat ini memiliki dua kelompok dampingan disabilitas, yakni SHG Kelabulu dan Malaingkedi. Kedua kelompok ini terdiri dari berbagai ragam disabilitas, mulai dari fisik, intelektual, sensorik, hingga psikososial.
“Kami punya dua kelompok dampingan disabilitas, SHG Kelabulu dan Malaingkedi, dengan berbagai ragam disabilitas mulai dari disabilitas fisik, intelektual, sensorik sampai kepada disabilitas psikososial yang kami dampingi di Kota Sorong, Papua Barat Daya,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, lima penyandang disabilitas yang berada dalam pendampingan langsung yayasan Bingkai Cerita menerima bantuan paket sembako.
“Untuk kami sendiri, karena disini ada lima disabilitas yang saya dampingi, jadi mereka semua mendapatkan lima paket sembako,” ungkap Zusana.
Ia menambahkan, selain paket sembako, terdapat pula kelompok disabilitas lain yang menerima bantuan alat bantu sesuai dengan kebutuhan.
“Kalau untuk alat bantu, itu ada di teman-teman disabilitas kelompok yang lain,” katanya.
Meski tergolong yayasan yang belum lama berdiri, Bingkai Cerita Rakyat terus berkomitmen mendampingi dan memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas melalui berbagai program, salah satunya Program Dignity yang bekerja sama dengan Pusat Rehabilitasi YAKUM dan Inklusi.
“Yayasan ini belum terlalu lama, tapi sudah bekerja untuk teman-teman disabilitas. Harapannya semoga teman-teman disabilitas ini semakin diperhatikan lagi ke depannya dan bisa mendukung kemandirian, pemberdayaan, serta kesetaraan bagi teman-teman disabilitas,” tutup Zusana.
Zusana Tutuhatunewa sendiri selama ini berperan sebagai juru bahasa isyarat bagi teman-teman disabilitas tuli dan pendamping kegiatan sosial di bawah naungan Yayasan Bingkai Cerita Rakyat di Kota Sorong.