Melanesiatimes.com, Jakarta – Velix Wanggai Ketua Komite Eksekutif Percepatan Otonomi Khusus (Otsus) Papua mengungkapkan sejumlah poin penting hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para kepala daerah se-tanah Papua.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh enam gubernur serta 42 bupati dan wali kota dari seluruh wilayah Papua pada Rabu (17/12/2025).
Velix menjelaskan, pertemuan berlangsung dalam suasana serius namun tetap santai, dengan diskusi yang intens dan berbobot. Ia menyebut dialog antara Presiden dan para kepala daerah berjalan cukup panjang dan mendalam.
“Begitu banyak dialog, percakapan yang sangat berbobot, menarik, suasananya juga serius tetapi santai. Perbincangan yang kami catat dari jam 4 sore sampai jam 19.21, malam sehingga menjadi 3 jam 21 menit perbincangan yang sangat menarik,” ujar Velix
Menurut Velix, terdapat sedikitnya lima plus satu topik utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Topik pertama berkaitan dengan kerangka perencanaan pembangunan Papua yang mendapat penekanan khusus dari Presiden Prabowo.
Kepala Negara membahas Rencana Induk Pembangunan Papua yang telah disusun oleh Bappenas, sekaligus meminta agar dilakukan pemetaan ulang terhadap agenda-agenda strategis nasional serta program prioritas kementerian dan lembaga di Papua.
Topik kedua menyangkut klaster anggaran pembangunan. Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo memberikan catatan terkait besarnya investasi pemerintah pusat di Papua.
Velix menyampaikan bahwa anggaran untuk program prioritas pemerintah di Papua pada tahun mendatang diproyeksikan mencapai Rp61 triliun, di luar dana otonomi khusus.
Selain itu, Presiden Prabowo juga membuka peluang peningkatan dana otonomi khusus Papua. Velix mengungkapkan bahwa meskipun dana Otsus Papua diproyeksikan turun menjadi Rp10 triliun pada 2026, Presiden membuka kemungkinan untuk menaikkan kembali jumlah tersebut.
“Presiden membuka potensi agar dana otonomi khusus Papua tahun depan bisa sama dengan tahun ini, yakni Rp12,69 triliun, asalkan pemerintah dapat melakukan efisiensi dan penghematan anggaran,” jelas Velix.
Ia menambahkan, komitmen Presiden dalam pertemuan tersebut menunjukkan perhatian serius pemerintah pusat terhadap percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua melalui kebijakan yang lebih terarah dan terukur.