Melanesiatimes.com, Masohi Maluku Tengah — Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) mendorong para guru untuk serius mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Daerah Digitalisasi Pembelajaran Jenjang Sekolah Dasar (SD).
Kegiatan yang digelar oleh Direktorat Sekolah Dasar (SD), Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut diikuti 50 guru SD dari sejumlah sekolah di Kabupaten Maluku Tengah.
Bimtek berlangsung di Aula Pertemuan Hotel Isabella, Kota Masohi, Senin (21/9/2026), dan dijadwalkan selama empat hari. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas serta kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dikbud Maluku Tengah, Arifin Ely, yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Tengah, Husein Mukadar, mengatakan Bimtek tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi guru, terutama dalam menghadapi perkembangan sistem pembelajaran berbasis digital.
“Yang jelas, kehadiran bapak ibu dari kementerian dan para narasumber hari ini menjadi penegasan bagi kita semua betapa pentingnya kegiatan Bimtek Digitalisasi,” kata Arifin.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat terus melakukan berbagai pengembangan dalam penerapan digitalisasi di lingkungan sekolah. Karena itu, program dan fasilitas yang telah disiapkan perlu dimanfaatkan secara maksimal oleh setiap satuan pendidikan.
1 / 1
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
“Pemerintah Pusat sudah melakukan perubahan terkait dengan pengembangan digitalisasi di sekolah-sekolah. Dan itu harus kita manfaatkan dengan baik,” ujarnya.
Arifin juga menyinggung program Digitalisasi Merah Putih yang mulai direalisasikan sejak 2025. Menurutnya, perkembangan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan tenaga pendidik agar mampu mengimplementasikan teknologi digital secara tepat dalam kegiatan belajar mengajar.
Ia menegaskan, pemanfaatan teknologi digital tidak hanya penting bagi guru, tetapi juga perlu dikenalkan kepada peserta didik sejak usia dini. Langkah tersebut dinilai penting agar anak-anak dapat memahami serta memanfaatkan teknologi secara tepat dalam proses pendidikan.
“Hal ini (Digitalisasi) bukanlah barang mewah yang tak boleh disentuh sama sekali oleh anak-anak. Malah sebaliknya, mereka harus kita kenalkan dengan digitalisasi sejak dini agar dipahami dengan baik,” jelasnya.
Karena itu, Arifin meminta seluruh peserta mengikuti setiap materi yang disampaikan selama Bimtek dengan serius dan sungguh-sungguh. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan di sekolah masing-masing.
“Harapannya, bapak ibu guru para peserta lebih proaktif, agar dapat mengembangkan digitalisasi di satuan bapak ibu guru masing-masing,” pungkas Arifin. (HUAT)