Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Kristiani Indonesia Raya (DPP GEKIRA) menggelar Seminar Nasional bertema “Membangun Indonesia Dari Timur” dengan subtema “Strategi Percepatan Program Prioritas Presiden Untuk Menyongsong Indonesia Emas 2045”.
Seminar ini berlangsung di Ballroom Antares Vega Prime Hotel, Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Jumat (16/1/2026).
Kegiatan berskala nasional tersebut secara resmi dibuka Ketua Umum DPP GEKIRA, Nikson Silalahi, ditandai dengan menabuh tifa sebagai tanda dimulainya rangkaian seminar.
Seminar ini menjadi moment konsolidasi pemikiran strategis dalam mendorong pembangunan di kawasan timur Indonesia.
Sejumlah tokoh penting turut menghadiri pembukaan seminar ini di antaranya, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Seminar Nasional, Ketua DPD Partai Gerindra Papua Barat Daya Oktasari Sabil, Ketua TP PKK Papua Barat Daya Ny. Orpa Susana Kambu, Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Gatot Haribowo, Ketua DPR Papua Barat Daya Ortis Sagrim, Bupati Manokwari Hermus Indou, Bupati Fak-fak Samaun Dahlan, Wakil Wali Kota Sorong Hi. Ansar Karim, anggota BP3OKP Otto Ihalauw, serta para pejabat dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Nikson Silalahi mengungkapkan bahwa dirinya hadir bersama rombongan besar dari Jakarta untuk mengikuti rangkaian kegiatan di Tanah Papua.
“Saya datang bersama rombongan dari Jakarta berjumlah 74 orang,” kata Nikson di hadapan peserta seminar.
Ia menegaskan bahwa seminar nasional kali ini dirancang secara khusus dan memiliki makna yang berbeda dibanding kegiatan-kegiatan sebelumnya.
“Seminar ini terasa istimewa, karena dirangkai dengan perayaan Natal Nasional yang kami tetapkan di Sorong, Papua Barat Daya. Ini Natal Nasional partai,” ujarnya.
Menurut Nikson, GEKIRA sebagai organisasi sayap Partai Gerindra yang menghimpun umat Kristiani secara rutin menyelenggarakan perayaan Natal Nasional setiap tahun. Namun, pelaksanaan di Sorong menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Gekira.
“Kegiatan ini bukan hal baru bagi GEKIRA, tetapi ini yang pertama kali kami laksanakan di Tanah Papua,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa, pemilihan Papua sebagai lokasi kegiatan merupakan bentuk keseriusan Partai Gerindra dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat di wilayah timur Indonesia.
“Mengapa Papua kami pilih? Karena Gerindra bersungguh-sungguh datang untuk menyapa dan membangun komunikasi langsung dengan masyarakat Papua,” tutur Nikson.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa meskipun sejumlah menteri yang diundang berhalangan hadir, panitia telah memastikan kehadiran tokoh penting dari pusat.
“Sekitar pukul 13.00 WIT akan hadir Pak Hasyim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto,” jelasnya.
Seminar dipandu oleh moderator Celsi asal Manokwari dan diawali pemaparan materi dari Arsyad, perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum. Ia memaparkan arah kebijakan pembangunan infrastruktur PU periode 2025–2029.
Dalam presentasinya, Arsyad menyebutkan sedikitnya terdapat lima fokus utama pembangunan, yakni penguatan sistem pertahanan dan swasembada pangan, ketahanan energi dan air, pengembangan infrastruktur dan penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan sumber daya manusia, serta pemerataan ekonomi berbasis desa yang selaras dengan lingkungan dan budaya.
“Pembangunan infrastruktur ke depan harus menjawab kebutuhan dasar sekaligus membuka ruang tumbuhnya ekonomi daerah,” ungkap Arsyad.
Narasumber berikutnya adalah Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menyoroti pentingnya strategi investasi dalam mendorong kemajuan ekonomi wilayah.
“Untuk memajukan ekonomi daerah, ada tiga kunci utama, yaitu kepastian, kecepatan, dan kepercayaan,” tegas Fary pada saat menyampaikan materinya.
Ia mencontohkan keberhasilan Batam yang secara geografis tidak luas, namun mampu berkembang pesat karena konsistensi pemerintah daerah dalam menerapkan konsep “Segitiga Investasi Berkelanjutan”.
“Batam tidak sebesar Papua, tetapi komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang sehat membuat pertumbuhan ekonomi berjalan cepat,” katanya.
Usai pemaparan Fary bersama Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu didampingi Ketua DPD Gerindra Papua Barat Daya Oktasari Sabil, beserta petinggi Gerinda lainnya meninggalkan ruang seminar untuk menjemput Hasyim Djojohadikusumo yang dijadwalkan tiba di Bandara DEO Sorong.