Melanesiatimes.com, Kota Sorong — Insiden penikaman yang terjadi pada Minggu pagi di depan Gereja Katolik Santos, SP1, Kabupaten Sorong, menuai kecaman keras dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari John Malibela, aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), alumni GMNI, sekaligus Sekretaris OKK DPD KNPI Kota Sorong.
Dalam pernyataannya, John Malibela mengutuk keras tindakan pelaku yang dinilainya tidak berperikemanusiaan, apalagi peristiwa tersebut terjadi di depan rumah ibadah dan pada hari Minggu.
“Saya, sebagai aktivis dan juga senior Cipayung, mengutuk keras tindakan penikaman yang terjadi di depan Gereja Katolik Santos SP1 Kabupaten Sorong terhadap seorang aktivis Cipayung PMKRI. Perbuatan ini sangat tidak manusiawi dan melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan,” tegas John Malibela pada Melanesiatimes.com di kantor Wali Kota Sorong pada Senin (19/01/2026).
Ia mengungkapkan bahwa korban penikaman merupakan kader salah satu organisasi Cipayung yang dikenal aktif dan memiliki masa depan cerah.
“Korban adalah adik kita, kader Cipayung, seorang aktivis perempuan yang punya potensi dan masa depan yang sangat baik. Peristiwa ini sangat kami sesalkan,” ujarnya.
Menurut John, tindakan kekerasan tersebut mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi, terlebih dilakukan pada hari yang dianggap sakral oleh umat Kristiani.
“Ini bukan hanya tindakan kriminal, tetapi juga mencederai nilai kesucian hari Minggu. Hari di mana umat diajarkan tentang kasih dan takut akan Tuhan, tetapi justru dinodai oleh tindakan keji,” katanya.
Ia pun mendesak pihak kepolisian, khususnya Polres Kabupaten Sorong, agar segera bertindak cepat, menangkap pelaku, dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.
“Saya meminta kepada Polres Sorong untuk segera menyikapi kasus ini, menangkap pelaku, dan memprosesnya sesuai ketentuan hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pelaku harus dihukum setimpal dengan perbuatannya,” tegas John.
Selain itu, John juga mengajak masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat Sorong, khususnya di Kabupaten Sorong, agar tidak terpancing emosi. Mari kita tempuh cara-cara yang sehat dan santun. Kita percayakan sepenuhnya proses ini kepada pihak kepolisian,” tutupnya.
Peristiwa penikaman tersebut kini dalam penanganan aparat kepolisian. Masyarakat berharap pelaku segera ditangkap agar memberikan rasa aman dan keadilan bagi korban serta keluarga.