Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Papua Barat Daya resmi membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I yang diikuti oleh pengurus BKPRMI kabupaten dan kota se-Provinsi Papua Barat Daya. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Asrama Haji Kota Sorong, Sabtu (14/02/2026).
Pembukaan Rakerwil I tersebut dibuka oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Kabiro Pemerintahan dan Kesra Anhar Akib Rahman. Rakerwil ini menjadi moment penting bagi BKPRMI dalam merumuskan arah program kerja organisasi ke depan, khususnya dalam penguatan peran pemuda dan remaja masjid di daerah otonomi baru tersebut.
Ketua BKPRMI Papua Barat Daya, Rustam Rumatiga, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Rakerwil perdana ini.
Ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah menjadi modal penting bagi BKPRMI untuk terus berkontribusi dalam pembangunan generasi muda.
“Pertama kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya yang telah membuka Rakerwil ini dan memberikan harapan kepada kami BKPRMI untuk tetap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam membangun generasi muda melalui BKPRMI,” ujar Rustam.
Rapat Kerja Wilayah Ke-I BKPRMI Papua Barat Daya
Ia menjelaskan, Rakerwil I BKPRMI Papua Barat Daya dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 14 hingga 15 Februari 2026. Namun demikian, pelaksanaannya bersifat fleksibel menyesuaikan dengan dinamika pembahasan yang berlangsung di forum.
“Pagi hari ini insya Allah dijadwalkan dua hari. Namun apabila bisa dipercepat dan seluruh pembahasan dapat diselesaikan, maka bisa dilaksanakan dalam satu hari saja. Kami optimis program-program yang telah disepakati bisa dirampungkan,” katanya.
Menurut Rustam, sejumlah agenda strategis akan dibahas dalam Rakerwil tersebut, termasuk usulan program dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya yang disampaikan melalui biro terkait, serta program kerja internal BKPRMI dan lembaga-lembaga yang berada di bawah naungannya.
“Program kerja yang akan dibahas melibatkan sembilan lembaga yang ada di bawah BKPRMI, mulai dari Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Lembaga Pendidikan dan Pengembangan TK Al-Qur’an, hingga lembaga kesehatan, keluarga sakinah, serta lembaga dakwah dan syiar Islam,” jelasnya.
Ia menambahkan, Rakerwil I ini menjadi momentum terbaik untuk memaksimalkan perencanaan program kerja agar lebih terarah dan berdampak luas bagi masyarakat, khususnya di Provinsi Papua Barat Daya yang baru berusia tiga tahun.
“Keberadaan BKPRMI hari ini bukan hanya karena kebutuhan organisasi, tetapi merupakan kebutuhan umat secara umum. Oleh karena itu, kolaborasi dengan pemerintah menjadi hal yang sangat penting,” ungkap Rustam.
Lebih lanjut, Rustam menegaskan bahwa gerakan pemuda masjid yang diusung BKPRMI tidak hanya terbatas pada kegiatan keagamaan semata, tetapi juga menyentuh aspek sosial, ekonomi, hukum, dan kemasyarakatan lainnya.
“Berbasis masjid, iya. Tapi bukan berarti hanya melakukan kegiatan keagamaan saja. Ada aspek sosial, ekonomi, dan lainnya yang juga harus kita sentuh untuk kemaslahatan bersama,” tegasnya.
Ia pun berharap dukungan dan doa dari seluruh pihak agar BKPRMI Papua Barat Daya dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik demi menciptakan generasi muda yang bermanfaat bagi umat, bangsa, dan negara.
“Semata-mata tujuan kami adalah menciptakan generasi yang berguna dan bermanfaat, khususnya bagi Provinsi Papua Barat Daya yang kita cintai,” pungkasnya.
Selain itu Ketua Panitia Rakerwil I BKPRMI Papua Barat Daya, Ustadz Abdullah Abdurrahman, menyampaikan bahwa pelaksanaan Rakerwil perdana ini merupakan langkah awal konsolidasi organisasi BKPRMI di Provinsi Papua Barat Daya agar lebih solid dan terarah.
“Rakerwil I ini menjadi titik awal konsolidasi BKPRMI Papua Barat Daya. Kita ingin menyatukan visi, menyusun program kerja yang realistis, serta memperkuat peran pemuda remaja masjid agar lebih aktif dan terorganisir,” ujar Abdullah Abdurrahman.
Ustadz Abdullah yang juga merupakan Imam Besar Masjid Raya Al Akbar itu menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Rakerwil telah dipersiapkan secara maksimal oleh panitia, termasuk keterlibatan peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Papua Barat Daya.
“Kami sebagai panitia berupaya semaksimal mungkin agar Rakerwil ini berjalan lancar, efektif, dan menghasilkan keputusan strategis yang benar-benar dibutuhkan oleh BKPRMI di daerah,” jelasnya.
Ia berharap, melalui Rakerwil I ini, seluruh pengurus BKPRMI se-Papua Barat Daya dapat memperkuat komitmen dakwah dan pengabdian kepada umat dengan tetap bersinergi bersama pemerintah daerah.
“BKPRMI harus hadir sebagai solusi umat. Kita ingin pemuda masjid tidak hanya aktif di masjid, tetapi juga berperan dalam pembangunan sosial kemasyarakatan di Papua Barat Daya,” tutupnya.