Melanesiatimes.com, Kota Sorong, — Aparat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sorong Kota melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Sorong, Senin (16/3/2026).
Kegiatan ini dilakukan untuk menindak praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya penggunaan tangki kendaraan yang telah dimodifikasi untuk mengisi BBM secara berulang.
Sidak tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Sorong Kota, AKP Afriangga Tan. Dalam operasi itu, polisi menargetkan oknum yang diduga terlibat dalam praktik mafia BBM, termasuk penggunaan tangki kendaraan yang telah dimodifikasi atau dikenal sebagai tangki bodong.
Afriangga menjelaskan, langkah ini diambil setelah pihaknya menerima sejumlah laporan dari masyarakat mengenai praktik “tap BBM” di beberapa SPBU di Kota Sorong.
“Kami mendapat laporan dari masyarakat terkait praktik tap BBM. Karena itu hari ini kami turun langsung melakukan sidak di beberapa SPBU di Sorong,” ujar AKP Afriangga Tan.
Dalam pemeriksaan di lapangan, petugas masih menemukan sejumlah kendaraan yang diduga menggunakan tangki modifikasi untuk membeli BBM dalam jumlah tidak wajar. Polisi pun langsung mengamankan beberapa kendaraan beserta pengendaranya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Selain itu, polisi juga mendapati adanya kendaraan yang melakukan pengisian BBM secara berulang dengan cara bolak-balik ke SPBU yang sama. Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya pembiaran dari pihak petugas SPBU saat proses pengisian berlangsung.
“Dalam operasi tadi kami menemukan beberapa kendaraan yang menggunakan tangki modifikasi. Ada juga yang bolak-balik mengisi BBM. Karena itu kami juga membawa petugas SPBU untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” jelasnya.
Menurut Afriangga, langkah penertiban ini dilakukan agar distribusi BBM, khususnya menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, dapat berjalan adil dan tepat sasaran bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan haknya untuk memperoleh BBM secara normal, apalagi menjelang Ramadan dan Idulfitri,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa hingga saat ini ketersediaan stok BBM di wilayah Sorong masih dalam kondisi aman, setelah dilakukan koordinasi dengan pihak Pertamina wilayah Sorong.
“Dari hasil koordinasi dengan Pertamina area Sorong, stok BBM masih tersedia dan dalam kondisi aman,” ujarnya.
Lebih lanjut, Afriangga menegaskan bahwa BBM bersubsidi harus digunakan secara tepat sasaran dan tidak boleh dimanfaatkan dengan cara-cara ilegal.
“Namanya BBM bersubsidi harus benar-benar tepat sasaran. Jangan sampai ada yang menggunakan cara ilegal untuk mengambil keuntungan,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, secara normal sepeda motor jenis bebek biasanya hanya mampu menampung sekitar empat hingga lima liter BBM. Namun di lapangan petugas menemukan kendaraan yang mampu mengisi hingga sepuluh liter dalam satu kali pengisian karena tangkinya telah dimodifikasi.
Selain itu, sejumlah sepeda motor kopling juga ditemukan telah dimodifikasi dengan tangki tambahan di luar standar pabrikan yang digunakan khusus untuk menampung BBM.
Polisi sebelumnya juga telah beberapa kali melakukan sosialisasi dan imbauan kepada pengelola SPBU serta masyarakat agar tidak melakukan praktik penyalahgunaan distribusi BBM.
“Atas temuan ini, pemilik kendaraan dan beberapa petugas SPBU kami bawa ke Polresta Sorong Kota untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” pungkas Afriangga.