Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Ikatan Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura Provinsi Papua Barat Daya menggelar Pengukuhan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Periode 2026–2030 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja (Raker) I pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kegiatan tersebut dihadiri ratusan alumni dari berbagai angkatan, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemerintah daerah yang berlangsung di Gedung Lambert Jitmau Kota Sorong pada Sabtu (7/3/2026).
Ketua Panitia, Yanto Ijie, dalam laporannya menyampaikan bahwa pengukuhan dan rapat kerja ini menjadi momentum penting dalam memperkuat fondasi organisasi serta menegaskan peran alumni dalam mendukung pembangunan di Provinsi Papua Barat Daya.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat solidaritas alumni sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk menjadikan organisasi sebagai wadah yang bermanfaat bagi sesama alumni, masyarakat, dan pembangunan daerah,” ujar Yanto Ijie.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi langkah awal bagi kepengurusan baru dalam menyusun program kerja yang terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Adapun rangkaian agenda kegiatan meliputi Pengukuhan Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura Provinsi Papua Barat Daya, Rapat Kerja I, buka puasa bersama, serta peluncuran Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hollandia.
Menurut Yanto, seluruh pembiayaan kegiatan berasal dari partisipasi sukarela para alumni. Hal tersebut, kata dia, menjadi bukti kuatnya komitmen dan rasa tanggung jawab para alumni terhadap kemajuan organisasi.
“Seluruh biaya kegiatan ini berasal dari kontribusi sukarela para alumni. Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan komitmen kolektif untuk memajukan organisasi secara mandiri, transparan, dan akuntabel,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura Provinsi Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos., mengajak seluruh alumni untuk meninggalkan ego pribadi dan bersama-sama memberikan kontribusi positif bagi tanah Papua.
“Hari ini kita tidak berdiri sendiri. Kita berada di tengah banyak kelompok alumni dari berbagai kota studi. Karena itu kehadiran kita harus membawa nilai persaudaraan dan memberi manfaat bagi lingkungan di mana kita berada,” ujar Elisa Kambu.
Ia menegaskan bahwa para alumni harus mampu menjadi teladan serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Tidak semua orang mendapat kesempatan dan anugerah yang sama dalam hidup. Karena itu mari kita tinggalkan ego kita dan memberikan diri kita sebagai terang kecil yang bisa menerangi lingkungan di sekitar kita,” katanya.
Elisa juga mengingatkan agar para alumni menjaga persatuan dan tidak menciptakan konflik di tengah masyarakat.
“Untuk menjadi berkat bagi tanah Papua, kita harus mampu mengendalikan diri, tidak menciptakan konflik di antara kita, tidak menumbuhkan kebencian, tetapi justru memperkuat persaudaraan dan kebersamaan,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, menyampaikan harapannya agar rapat kerja tersebut mampu menghasilkan program-program strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami berharap melalui rapat kerja ini dapat lahir pokok-pokok pikiran serta program kerja yang produktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua Barat Daya,” ujar Ahmad Nausrau saat membuka Rapat Kerja I Ikatan Alumni Hollandia Jayapura.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi dengan organisasi alumni dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kami menunggu gagasan dan kontribusi dari Ikatan Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura untuk bersama-sama membangun Provinsi Papua Barat Daya dengan menjunjung tinggi persaudaraan,” katanya.
Melalui pengukuhan dan rapat kerja tersebut, para alumni diharapkan semakin solid serta mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan pendidikan, sosial, dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Papua Barat Daya.