RAJA AMPAT, Melanesiatimes.com – Tokoh Pemuda Raja Ampat menyampaikan kegelisahan yang sudah cukup lama diamatinya terkait satu tahun kepemimpinan pasangan ORMAS (Ori–Mansur) berjalan.
Disyon Mayor menilai ritme kepemimpinan saat ini sebenarnya mulai terbaca oleh publik, harapan besar yang dulu tumbuh di tengah masyarakat perlahan mulai diuji oleh realita lapangan,
Menurut Dia, salah satu hal yang paling mengganjal adalah lambatnya proses pelantikan di lingkup Pemda Raja Ampat. Ia menilai, roda pemerintahan tidak akan berjalan maksimal tanpa struktur yang lengkap dan definitif.
“Kenyataannya, pelantikan pejabat Eselon II saja harus melalui proses yang berlarut-larut hingga baru terealisasi beberapa waktu lalu,” ungkapnya. Minggu, (29/3/26).
Selain itu, Ia juga menyoroti lambatnya pelantikan Eselon III, IV, dan kepala kampung terpilih yang belum juga dilantik. Padahal, hal ini jelas akan menentukan jalannya pembangunan dan pelayanan publik di tingkat paling dasar.
Sebagai masyarakat yang peduli, Disyon menyampaikan penilaian masyarakat merupakan hal wajar. Bahkan, muncul pertanyaan ada apa sebenarnya di balik semua ini.
“Dugaan saya, ada oknum-oknum tertentu di dalam lingkaran birokrasi yang secara sengaja ataupun tidak, memperlambat proses ini,” tegasnya.
Jika benar demikian, tentu ini bukan sekadar persoalan administratif, tetapi sudah menyentuh upaya untuk menghambat jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah karena pola keterlambatan ini sebelumnya pernah terjadi.
Selain itu lambatnya pelantikan Pejabat eselon III, IV, tentu berdampak langsung pada masyarakat dan program kerja yang mestinya sudah berjalan menjadi tersendat, pelayanan publik tidak optimal, dan yang paling dirugikan adalah rakyat sendiri.
“Padahal seharusnya, di tahun pertama masa kepemimpinan, fondasi pembangunan sudah mulai terlihat dan dirasakan,” pungkasnya.
Ia percaya bahwa pemimpin daerah memiliki niat baik untuk membawa perubahan. Namun, niat baik saja tidak cukup jika dalam sistem masih ada pihak-pihak yang bermain dan menghambat.
Oleh karena itu, Disyon mengajak semua pihak. Terutama para pemuda dan masyarakat Raja Ampat untuk lebih kritis, peduli, dan berani menyuarakan hal-hal yang memang perlu diperbaiki. Pemerintahan yang sehat membutuhkan kontrol dari masyarakatnya.
“Mari kita jaga semangat kolaborasi dan saling mengingatkan, demi Raja Ampat yang lebih baik. MBILIM KAYAM,” tutupnya.