Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Wakil Wali Kota Sorong, Hi. Anshar Karim, secara resmi membuka Workshop Tata Kelola Bantuan Operasional Sekolah (BOS) se-Kota Sorong dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Sekolah Gratis. Kegiatan ini berlangsung di Vega Prime Hotel Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Selasa, (13/01/2026).
Workshop tersebut turut dihadiri Asisten Manager Penerbit Erlangga Wilayah Sorong, Ruben Silalahi, serta para kepala sekolah, bendahara, dan perwakilan Dinas Pendidikan.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa Program Sekolah Gratis bukan sekadar janji politik, melainkan bentuk komitmen dan investasi jangka panjang Pemerintah Kota Sorong bagi pembangunan sumber daya manusia di Tanah Papua, khususnya di Kota Sorong.
“Program sekolah gratis di Kota Sorong bukanlah sekadar janji, melainkan sebuah komitmen dan investasi besar kita untuk masa depan sumber daya manusia di Tanah Papua, khususnya di Kota Sorong yang kita cintai bersama,” ujar Hi. Anshar Karim.
Ia menjelaskan, program ini bertujuan meringankan beban masyarakat, khususnya orang tua, sekaligus memastikan seluruh anak di Kota Sorong memperoleh akses pendidikan yang setara tanpa memandang latar belakang ekonomi.
“Program ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dan memastikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak-anak kita, terlepas dari latar belakang ekonomi mereka,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan Program Sekolah Gratis sangat bergantung pada pengelolaan Dana BOS yang efektif, transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dana BOS disebut sebagai tulang punggung operasional sekolah dalam mewujudkan pendidikan gratis di daerah ini.
“Implementasi program ini sangat bergantung pada pengelolaan dana BOS yang efektif, transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, tata kelola yang baik menjadi kunci utama keberhasilan program ini,” tegasnya.
Workshop ini, lanjut Anshar Karim, menjadi sarana penting untuk menyamakan persepsi dan pemahaman seluruh pemangku kepentingan terkait regulasi pengelolaan dana BOS, sekaligus meningkatkan kapasitas pengelola dana di tingkat sekolah, mulai dari perencanaan, penggunaan, penatausahaan hingga pelaporan keuangan.
“Melalui workshop ini, kita ingin menyamakan persepsi dan meningkatkan kapasitas para pengelola dana di tingkat sekolah, agar pengelolaan BOS benar-benar sesuai aturan dan meminimalisir risiko penyimpangan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan kepada seluruh kepala sekolah dan bendahara agar menggunakan dana BOS secara optimal untuk peningkatan mutu pembelajaran, penyediaan alat pendidikan, serta mendukung kegiatan operasional non-fisik sekolah, dan menghindari penggunaan dana untuk pembangunan fisik yang tidak diperbolehkan.
“Saya tegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan bendahara untuk mengelola dana ini sesuai dengan aturan yang berlaku. Gunakan dana BOS secara optimal untuk peningkatan mutu pembelajaran dan hindari penggunaan yang tidak diperbolehkan,” katanya.
Wakil Wali Kota menambahkan, Pemerintah Kota Sorong melalui Dinas Pendidikan, bersama BPKP dan BPK, akan terus mengawal dan memberikan bimbingan teknis secara berkelanjutan demi memastikan setiap rupiah dana BOS memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik.
“Kita semua memiliki tanggung jawab moral dan administratif untuk memastikan setiap rupiah dana BOS memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik kita,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Hi. Anshar Karim juga menyampaikan apresiasi kepada Penerbit Erlangga Papua atas partisipasi dan kontribusinya dalam mendukung dunia pendidikan di Kota Sorong.
“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Penerbit Erlangga Papua yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam mendukung pendidikan di Kota Sorong,” tuturnya.