Melanesiatimes.com, Kota Sorong Papua Barat Daya – Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyerahkan hibah alat kesehatan (Alkes) senilai Rp 12,1 miliar dan dukungan tambahan daya listrik sebesar Rp 2,5 miliar kepada RSUD Sele Be Solu.
Penyerahan ini dilakukan bersama Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB PBD, dr. Jan Pieter Kambu, serta Kepala BPKAD PBD, Dr. Halasson Frans Sinurat di ruang pertemuan RSUD Sele Be Solu pada Senin (22/12/2025).
Dalam sambutannya, Gubernur Elisa Kambu menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan di Papua Barat Daya.
“Kurang lebih totalnya Rp. 12 miliar, peralatan yang kita sampaikan memang belum bisa memenuhi semua permintaan. Hari ini kita lakukan sesuai dengan kondisi keuangan yang kita miliki, dan ini yang bisa kita lakukan,” ujar Gubernur.
Gubernur menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan agar RSUD Sele Be Solu tetap menjadi rumah sakit rujukan yang dapat melayani masyarakat secara optimal.
“Kita semua berdoa supaya ke depan rumah sakit ini tetap hadir memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” kata Gubernur.
Menurutnya, kunjungannya yang berulang kali ke RSUD Sele Be Solu adalah bukti nyata komitmen pemerintah. “Saya sudah beberapa kali hadir dan ini menunjukkan bahwa RSUD tidak berjalan sendirian. Kami ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan baik,” tegasnya.
Setelah menyampaikan pernyataan Gubernur, Direktur RSUD Sele Be Solu, drg. Susi P. Djitmau, M.PH, turut memberikan penjelasan mengenai bantuan yang diterima rumah sakit tersebut.
“Hari ini kunjungan Pak Gubernur untuk memberikan bantuan hibah alat kesehatan, di antaranya inkubator untuk bayi dan beberapa alat untuk anak. Kami juga mendapat dukungan alat kesehatan untuk peningkatan perawatan di ruangan KIA dan perinatologi,” ungkap drg. Susi.
Direktur menjelaskan bahwa total terdapat sekitar 18 unit alat kesehatan yang diberikan Pemprov Papua Barat Daya kepada RSUD Sele Be Solu. “Kami senang sekali karena alat-alat ini memang menjadi kebutuhan dan permintaan dari para dokter untuk menambah ‘senjata’ mereka bekerja,” tambahnya.
Selain alat, drg. Susi menegaskan memang perlunya dukungan tambahan daya listrik yang juga diberikan pemerintah. “Tambahan daya listrik memang dibutuhkan karena beberapa alat canggih seperti CT Scan, mammography, dan Cath Lab membutuhkan daya besar. Ini juga menjadi persyaratan dari Kementerian Kesehatan untuk dapat memberikan bantuan hibah alat,” jelasnya.
Terkait tanggapan terhadap komitmen Gubernur, drg. Susi menyampaikan bahwa dukungan tersebut sangat berarti bagi rumah sakit. “Pak Gubernur sangat senang dan ini menjadi prioritas beliau. Untuk membangun manusia, itu menjadi prioritas utama,” katanya.
Dengan hibah Alkes dan dukungan daya listrik tersebut, pemerintah berharap RSUD Sele Be Solu semakin siap meningkatkan kualitas layanan dan mampu memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat Papua Barat Daya secara lebih optimal.