Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Kasus pembunuhan tragis terhadap Abraham Franklin Delano Kambu masih menyisakan tanda tanya besar. Hingga kini, aparat kepolisian belum berhasil mengungkap motif maupun pelaku di balik peristiwa yang terjadi pada malam 8 Maret 2026 tersebut.
Pihak keluarga korban mengungkapkan bahwa Delano, yang akrab disapa Lano, dikenal sebagai pribadi yang baik, mudah bergaul, dan memiliki banyak teman. Pada malam sebelum kejadian, Lano sempat berpamitan kepada keluarga untuk pergi menuju Fef.
Namun, di waktu yang sama dengan dugaan kejadian, warga justru menemukan sepeda motor dan sandal milik korban di lokasi yang menyerupai tempat kecelakaan. Sementara itu, Lano sendiri tidak ditemukan di tempat kejadian perkara.
Aparat dari Polres Tambrauw langsung melakukan pencarian pada malam itu, namun tidak membuahkan hasil. Karena kondisi yang sudah larut malam, pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan keesokan harinya.
Pencarian yang dilanjutkan pada hari berikutnya akhirnya mengarah ke kawasan hutan di sekitar lokasi. Di sanalah jasad Lano ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Kondisi tubuh korban menunjukkan adanya dugaan kuat penyiksaan sebelum pembunuhan terjadi. Sejumlah luka serius ditemukan di bagian tubuh korban, terutama di bagian belakang yang tampak seperti bekas cabikan.
Selain itu, diduga korban juga diseret ke dalam hutan oleh pelaku, yang menyebabkan luka-luka tersebut semakin parah. Setelah ditemukan, jenazah Lano langsung dibawa ke RS Tambrauw untuk dilakukan autopsi.
Sejak malam kejadian hingga saat ini, pelaku masih belum berhasil diungkap. Kuasa hukum keluarga, Eli Kaiway, menduga bahwa pembunuhan terhadap Lano memiliki keterkaitan dengan kasus kekerasan lain yang terjadi di wilayah yang sama.
Ia menyebutkan bahwa pelaku diduga merupakan kelompok yang sama dengan pelaku pembunuhan terhadap satu warga sipil dan satu tenaga kesehatan di Tambrauw.
“Ada dugaan kuat bahwa pelaku adalah kelompok yang sama, karena lokasi kejadian berada di kampung dan distrik yang sama,” ujar Eli Kaiway.
Sementara itu, media ini juga telah melakukan konfirmasi kepada Polda Papua Barat Daya. Pihak kepolisian menyatakan tengah mendalami kemungkinan keterkaitan antara kasus pembunuhan Lano dengan 12 terduga pelaku yang telah diamankan.
“Kami akan mendalami apakah 12 orang yang sudah ditangkap memiliki keterkaitan dengan kasus pembunuhan Delano Kambu atau tidak. Hasil investigasi akan kami sampaikan setelah proses pendalaman selesai,” ungkap pihak Polda Papua Barat Daya.
Keluarga korban berharap aparat penegak hukum dapat segera menangkap pelaku utama dan mengungkap motif di balik pembunuhan tersebut.
“Kami minta pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya, karena tindakan ini sangat tidak manusiawi,” ungkap pihak keluarga.
Hingga kini, kasus pembunuhan sadis tersebut masih dalam penyelidikan dan menjadi perhatian serius masyarakat setempat.