Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Suasana malam ke-27 Ramadhan di Kota Sorong, Papua Barat Daya, terasa berbeda. Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Pemuda Muslim Melati Raya menggelar kegiatan gendang sahur dengan mengunjungi kediaman Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, di Jalan Kresna, Klawuyuk Kilometer 12, pada Selasa dini hari (17/3/2026).
Kegiatan yang dilakukan menjelang waktu sahur tersebut menjadi bagian dari syiar Ramadhan sekaligus tradisi membangunkan warga untuk santap sahur. Kehadiran para pemuda ini turut didampingi oleh sesepuh Pemuda Muslim Melati Raya M. Sanusi Rahaningmas yang juga menjabat sebagai Ketua LASQI Papua Barat Daya.
Dengan iringan alat musik dan lantunan syair-syair religi serta solawat, para pemuda membangunkan warga sekitar, termasuk keluarga Wakil Gubernur Papua Barat Daya. Tradisi gendang sahur ini pun disambut hangat oleh Ahmad Nausrau dan keluarganya.
Ahmad Nausrau mengaku sangat mengapresiasi inisiatif para pemuda yang tetap menjaga tradisi syiar Ramadhan tersebut.
“Saya bersama keluarga mengucapkan terima kasih kepada Pemuda Muslim Melati Raya yang pagi ini datang ke rumah untuk bersilaturahmi sekaligus melakukan syiar dengan membangunkan sahur,” ujar Ahmad Nausrau.
Ahmad Nausrau, S.Pd.I,MM (Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat Daya
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya memberikan manfaat bagi keluarganya, tetapi juga bagi warga di sekitar kompleks yang turut terbantu untuk bangun dan menyiapkan santap sahur.
“Bukan hanya kami, tetapi juga warga di kompleks ini bisa ikut merasakan manfaatnya. Ini momen yang luar biasa karena membantu masyarakat bangun sahur, bahkan dapat menghibur ibu-ibu yang sedang menyiapkan hidangan untuk keluarga,” katanya.
Ia menilai tradisi gendang sahur merupakan bagian dari syiar Islam yang memiliki nilai kebersamaan dan pembinaan bagi generasi muda, khususnya selama bulan Ramadhan.
“Saya kira ini bagian dari kegiatan syiar Islam untuk memeriahkan bulan suci Ramadhan. Sekaligus menjadi pembinaan bagi para remaja dan pemuda agar mereka memiliki tanggung jawab membangkitkan semangat anak-anak muda lainnya,” ungkapnya.
Wakil Gubernur juga mengenang tradisi serupa yang pernah ia jalani saat masih kecil di kampung halamannya.
“Dulu ketika saya masih SD di kampung, kami rutin keliling kampung membangunkan orang untuk sahur. Waktu itu belum ada alat musik seperti sekarang, biasanya hanya dengan syair-syair dan solawatan,” tuturnya.
Ia pun mengapresiasi kreativitas para pemuda yang kini mengemas kegiatan tersebut dengan iringan musik dan lagu-lagu religi sehingga lebih menarik.
“Saya mengapresiasi inisiatif Pemuda Muslim Melati Raya. Ini contoh yang baik bagi pemuda dan remaja masjid di Kota Sorong dan Papua Barat Daya agar ikut berkontribusi positif mengisi kegiatan syiar di bulan Ramadhan,” katanya.
Ahmad Nausrau berharap kegiatan gendang sahur seperti ini terus dilestarikan dan dapat menjadi inspirasi bagi pemuda Muslim lainnya di Papua Barat Daya pada umunya dan di kota Sorong khususnya untuk memeriahkan Ramadhan dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat terutama kaum muslimin.