Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Turnamen Catur Wali Kota Cup 2026 resmi berakhir dengan sukses setelah diikuti ratusan pecatur dari berbagai kategori usia. Ketua Panitia Turnamen Catur Wali Kota Cup 2026, M. Said Saifuddin, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan kerja keras seluruh panitia selama pelaksanaan kegiatan. Senin (16/02/2026).
Turnamen ini diikuti peserta dari tingkat pelajar hingga dewasa. Untuk kategori pelajar, tercatat peserta tingkat SD sebanyak 32 siswa, SMP 40 siswa, dan SMA 30 siswa. Sementara itu, peserta dari Orang Asli Papua (OAP) terdiri dari enam siswa tingkat SD, sepuluh siswa tingkat SMP, dan sepuluh siswa tingkat SMA.
Dalam turnamen tersebut, panitia menetapkan juara 1 hingga 3 untuk kategori SD, SMP, dan SMA, serta juara 1 hingga 10 untuk kategori dewasa. Penilaian dilakukan berdasarkan perolehan poin, MP, PS, SB BH:GP selama pertandingan berlangsung
Pada tingkat SD, hasil pertandingan menetapkan juara 3 Hasli Ismail Sidik dengan perolehan 4 poin, juara 2 Muhammad Abdurrahman dengan 4 poin, serta juara 1 Farel Nadeak dengan 5 poin sebagai peraih juara. Sementara di tingkat SMP, para pemenang dari juara tiga hingga satu di antaranya Chadra Putra Marpaut, Gredi Renata dengan 6 poin, Alvaro Situmorang dengan 7 poin,
Tingkat SMA juara 1 diraih Kenzi Anzika dengan 5 Poin, Juara 2 Ambar Abdilah Muchtar dengan 4 poin dan Muhammad Rafi 4 poin
Untuk kategori dewasa, juara pertama diraih oleh Muhammad Aska Iskandaralam. Posisi kedua ditempati Hery Nekswan dengan perolehan 7,5 poin, disusul Adam di posisi ketiga dengan 7,5 poin. Juara keempat hingga kesepuluh masing-masing diraih oleh Ahmad Aryadi, Riki Donal, Hamrin, Supriadi, Uspestuda, Abdul Ishak, dan Sarbin dengan perolehan poin yang kompetitif.
Penyerahan Doorprize kepada peserta
Panitia juga menetapkan bahwa piala bergilir akan diberikan secara permanen kepada pemenang apabila juara pertama mampu meraih kemenangan tiga kali berturut-turut. Penyerahan hadiah turnamen ini dijadwalkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kota Sorong pada tanggal 28 Februari 2026.
Sekretaris Percasi Papua Barat Daya, Dadang, menegaskan bahwa nilai utama dalam turnamen ini bukan semata kemenangan. “Kemenangan itu hal biasa, tetapi yang paling penting adalah menjunjung tinggi sportivitas dalam bertanding,” ujarnya.
Ketua Percasi Kota Sorong turut Sahbudin mengapresiasi dedikasi seluruh panitia dan menyampaikan rencana evaluasi ke depan. “Dalam waktu dekat kami akan melaksanakan rapat evaluasi bersama pengurus dan panitia untuk memperbaiki pelaksanaan turnamen berikutnya,” katanya.
Ia menambahkan, tingginya minat masyarakat terhadap olahraga catur di Kota Sorong menjadi tantangan tersendiri. “Banyak penggemar catur di Kota Sorong dan ini menjadi tantangan bagi saya untuk menyelenggarakan turnamen yang lebih besar, tingkat kabupaten/kota se-Provinsi Papua Barat Daya pada bulan Oktober nanti,” ujarnya.
Menurutnya, kerja sama semua pihak menjadi kunci untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi. “Jika kita sama-sama bekerja keras, tujuan kita adalah melahirkan atlet-atlet hebat dari Provinsi Papua Barat Daya,” kata Sahbudin.
Pria yang biasa di Sapa Raja Bima ini menyampaikan terima kasih kepada para wasit yang telah bertugas selama pertandingan berlangsung. “Terima kasih kepada para wasit, khususnya Pak Otis, yang telah bekerja maksimal. Kami juga akan memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi,” ucapnya.
Sahbudin mengakui bahwa pelaksanaan turnamen perdana ini masih memiliki keterbatasan. “Kami sadar pelaksanaan turnamen ini belum maksimal karena ini yang pertama, sehingga kami berharap ke depan bisa lebih baik dan lebih meriah,” katanya.
Ia juga berharap pembinaan atlet muda dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. “Kami berharap para junior terus dibina dan diasah, karena pada tahun 2027 nanti direncanakan akan dibangun Sekolah Akademi Catur,” ujarnya.
Selain itu, Percasi Kota Sorong berencana mengajak para juara untuk berdialog di RRI. “Percasi Kota Sorong akan berdialog di RRI dan membawa juara pertama dari semua tingkatan untuk berdialog di RRI Pro 1 Kota Sorong,” jelas Sahbudin.
Dengan ditandainya skakmat secara simbolis, maka seluruh rangkaian Turnamen Catur Wali Kota Cup 2026 resmi ditutup. Usai penutupan, panitia menggelar pengundian doorprize bagi para peserta.
Doorprize tersebut disediakan oleh pengurus Percasi Kota Sorong, Jhon Hutapea, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi seluruh pecatur yang telah meramaikan Turnamen Catur Wali Kota Cup 2026.