RAJA AMPAT, Melanesiatimes.com – Dalam upaya menangkal maraknya peserta anonim di platform media sosial Facebook Group Opini Pileg Raja Ampat yang sangat meresahkan, Senin, (16/2/2026).
Ketua Fraksi Hati Nurani Indonesia (HNI), Muamar Kadafi, kembali menyakan sikap keseriusan Polres Raja Ampat terkait ketertiban dan keamanan masyarakat dalam bermedia sosial.
Menurut Kadafi, ulah peserta anonim merupakan ancaman siber yang nyata selain meresahkan jagat dunia maya, juga berpotensi memicu konflik dalam kehidupan sosial masyarakat.
Pasalnya, fitnah, ujaran kebencian, pencemaran nama baik, hingga isue sara menjadi senjata ampuh bagi peserta anonim hal tersebut masif terjadi karena pengguna merasa bebas beropini tanpa risiko ketahuan.
Ketua Fraksi HNI mendesak Polres dan Diskominfo Raja Ampat agar tidak pasif menghadapi ancaman siber. Namun, intens melakukan koordinasi guna memberantas pihak-pihak tidak bertanggung yang sengaja menggunakan peserta anonim untuk menciptakan kondisi.
“Masyarakat wajib mendapatkan informasi yang benar dan tidak mudah terprovokasi oleh akun-akun anonim yang berpotensi memicu konflik sosial,” ungkapnya.
Kadafi juga menyoroti pentingnya kerja sama antara Polres dan Dinas Kominfo Kabupaten Raja Ampat dalam pengelolaan media guna menciptakan ruang digital yang lebih aman dan kondusif.
Selain mencegah kejahatan siber langkah ini. Menurutnya, merupakan edukasi terhadap masyarakat terkait literasi digital serta pengawasan konten di media sosial.
“Langkah ini sangat penting untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat dalam bermedia sosial,” pungkasnya.
Ditambahkan, dengan terjalinnya koordinasi intens maka upaya pencegahan terhadap penyebaran hoaks dan provokasi di media sosial semakin efektif, sehingga situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Raja Ampat tetap terjaga.